Sabtu, 18 Februari 2012

Membongkar "Skandal Sex" Adolf Hitler, Aktivis Didikan Yahudi yang "Menjiplak" Cara Kerja Yahudi


Jurnalis Independen: Siapa yang belum pernah mendengar nama Adolf Hitler seorang tokoh berkebangsaan Jerman yang mengguncang dunia lewat Genocide Yahudinya? Walau tidak sebanyak yang dituduhkan oleh banyak pernyataan terutama dari kalangan Yahudi, yaitu 6 juta masyarakat Yahudi menjadi korban pembantaian massalnya. Sisi lain alasan Hitler membantai bangsa terkutuk itu juga tidak terungkap dengan jelas, bahwa dirinya melakukan pembantaian lantaran dirinya tahu rencana jahat bangsa Yahudi terhadap dunia, yaitu menguasai dengan segala cara dan kekuatan militer dan ekonomi dari belakang layar.
Namun kali ini kita tidak membicarakan itu, tetapi akan menguak sedikit desas-desus mengenai skandal "rumah tangganya gelap tokoh Nazi, si Adolf Hitler" dengan seorang gadis asal Perancis.

Dari Majalah Paris's Le Point yang dikutip Telegraph membeberkan sejumlah bukti. Hitler ternyata memiliki anak laki-laki dari seorang gadis asal Perancis saat bertugas sebagai tentara Jerman di masa Perang Dunia I.

Nama anak laki-laki itu adalah Jean Marie-Loret. Ia dikabarkan meninggal tahun 1985 dalam usia 67 tahun (lahir 25 Maret 1918). Dalam kisah itu dijelaskan bahwa Jean sama sekali tak pernah bertemu ayahnya.

Kisah ini bermula saat Hitler mengunjungi kota kecil di Perancis, Fournes-in-Weppe, pada bulan Juni tahun 1917. "Suatu saat, ibu sedang memotong jerami bersama wanita-wanita lain, ketika tiba-tiba melihat seorang tentara Jerman di seberang jalan," kata Lobjoie kepada putranya.

Tentara itu melukis sesuatu di buku gambarnya. Membuat sejumlah wanita tertarik untuk mengeruminya untuk melihat apa yang dia gambar. "Dan, ibu ditunjuk untuk mendekat," lanjut Lobjoie.

Tentara itu sendiri adalah Hitler. Melalui hubungan singkat dua insan manusia berbeda kelamin, lahirlah Jean-Marie, pada Maret 1918. "Setiap ayahmu berkunjung, walau sangat jarang, ia suka mengajak ibu jalan-jalan di pedesaan," tambah Lobjoie.

Layaknya nasib ribuan anak-anak Perancis yang terlahir dari ayah seorang tentara Jerman, putranya selalu mendapat perlakuan buruk dari teman-temannya di sekolah. Jean-Marie sering terlibat perkelahian saat mencoba membela ayahnya yang tak pernah kembali.

Kepada putranya, Lobjoie mulanya hanya mengatakan bahwa ayahnya hanya tentara Jerman. Ia tak pernah menyebut nama Hitler. Bahkan, ia membiarkan putranya bergabung dengan tentara Perancis dalam perang melawan invasi Nazi, pada 1939.

Lobjoie menceritakan semua kisah itu, tepat sebelum kematiannya pada awal 1950an. Ia mengatakan bahwa ayah biologis Jean-Marie adalah seorang diktator paling terkenal dalam sejarah manusia.

"Agar tidak mengalami depresi, saya bekerja nonstop, tidak pernah mengambil hari libur, dan tidak pernah refreshing. Selama 20 tahun saya bahkan tidak pergi ke bioskop," kata Jean-Marie, yang pada 1930an diadopsi keluarga Loret.

Identik Secara Biologis
Lebih 20 tahun mengutuk identitas ayahnya, Jean-Marie akhirnya tergerak menyelidiki masa lalunya. Lewat bantuan sejumlah ilmuwan, ia mendapati bahwa golongan darahnya identik dengan diktator kejam tersebut. Gaya tulisan Jean-Marie dengan pemimpin Nazi itu pun serupa. Foto diantara mereka pun menunjukkan kemiripan yang tak terbantahkan.

Adolf Hitler dan Jean-Marie Loret
Unsur-unsur lain yang menguatkan kisah ini adalah dokumen resmi Tentara Jerman, yang menunjukkan seorang petugas kerap diminta mengantar amplop berisi uang tunai untuk Lobjoie selama Perang Dunia II.

Setelah Lobjoie meninggal, Jean-Marie juga menemukan sebuah lukisan di loteng rumah ibunya dengan bubuhan tanda tangan Hitler. Di Jerman, juga ditemukan lukisan Hitler berupa gambar seorang wanita yang tampak persis seperti wajah Lobjoie.

Francois Gibault, pengacara Loret, mengatakan, "Dia (Loret) pertama kali datang menemui saya pada tahun 1979, tapi agak bingung dan tidak tahu apakah ia ingin diakui publik sebagai anak Hitler, atau untuk menghapus semua bukti-bukti."

Pada tahun 2008, wartawan Belgia Jean-Paul Mulders menemukan solusi definitif untuk memecahkan teka-teki ini. Dia melakukan perjalanan ke Jerman, Austria, Perancis dan Amerika Serikat untuk mengumpulkan DNA dari Loret dan dari kerabat terakhir Hitler di Austria dan di Long Island. Dan kini akhirnya satu persatu bukti itu kian terungkap.

Dari semua ini, artinya bahwa Adolf Hitler memiliki keturunan yang bisa jadi akan melanjutkan cita-cita moyangnya untuk memberangus bangsa Yahudi yang sesalu membuat keributan di dunia dan ingin menguasai segala bangsa untuk dijadikan budak-budaknya dan wajib tunduk pada bangsa yang dikutuk Tuhan dalam banyak kitab suci itu. Waspadalah! ...Waspadalah!...(emi/mnt)

Tidak ada komentar: