Sabtu, 25 Oktober 2014

KPK Masih Ingatkah pada (Abang None Century) Boediono, SBY dan Sri Mulyani?

Jurnalis Independen: KPK seharusnya periksa Boediono, SBY dan Sri Mulyani. Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra menegaskan, masalah penyelidikan atas Boediono bukan lagi persoalan berwenang atau tidaknya, tetapi berani atau tidaknya KPK.

SBY, "Politikus Kadal"

Jurnalis Independen: Tokoh ini, memang tergolong lihai dan handal dalam strategi berpolitik. Lempar batu sembunyi tangan, retorika, bermuka melas bahkan nangis sambil mengucap "Saya dizolimi". Sebagai presiden, merasa gajinya sangat kecil, padahal sejak menjadi presiden, kekayaan Cikeas semakin menggurita.

Jumat, 24 Oktober 2014

Kabinet Jokowi-JK "Opportunity"

Jurnalis Independen: Beberapa ahli ekonomi mengingatkan Pemerintah Joko Widodo mewaspadai gerakan Matsuzaki. Yaitu dominasi kekuatan ekonomi Jepang yang dibawa oleh menteri-menteri yang menjadi ujung tombak pemerintahan Jokowi yang saat ini masih dalam penyusunan.

Terkait Makar OPM Dua Jurnalis Perancis Divonis 2 Bulan Penjara

Jurnalis Independen: Hakim PN Jayupura menjatuhkan hukuman 2 bulan penjara kepada Thomas Charles Dandois dan Marie Valentine Burrot. Dua jurnalis Perancis itu dinyatakan terbukti bersalah melanggar UU Keimigrasian.

Presiden Jokowi, Sultan Agung Abad Ini, Jadikan 1 Muharram 1436 H Hari Santri

Jurnalis Independen: Presiden Ir. Joko Widodo (Jokowi) bisa dikatakan sebagai Sultan Agung abad ini. Sebab Presiden Jokowi berjanji akan menjadikan pergantian tahun islam ini sebagai Hari Santri bagi Rakyat Indonesia.

BBM Naik, Balas jasa Jokowi-JK pada Rakyat

Jurnalis Independen: Di tengah penyusunan kabinet, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memastikan akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada tanggal 31 Oktober 2014. Dengan begitu, harga baru BBM berlaku mulai 1 November.

Kamis, 23 Oktober 2014

Anas Peringatkan ada "Sengkuni" pada Presiden Joko Widodo

Jurnalis Independen: Mantan Ketua Umum Partai Demokrat menitipkan sebuah pesan kepada Presiden Jokowi. Isinya, begitu mengagetkan. Anas nampak mendukung Jokowi dan berpesan agar tetap hati-hati dalam menjalankan pemerintahan.