Rabu, 02 April 2014

Indonesia Hebat Jokowi dan Srikandi Surabaya

Jurnalis Independen: Pileg (Pemilihan Legeslatif) tahun 2014 sudah diambang pintu, tepatnya akan digelar pada 9 April 2014 nanti, sementara kandidat calon presiden semakin bergentayangan mempercantik, mempesona bahkan membius masyarakat dengan berbagai slogan. Terlebih bagi kandidat yang haus kekuasaan bukan berkeinginan dan berniat mensejahterakan masyarakat, mereka para kandidat itu melakukan tebar pesona, tebar janji bahkan menebar rupiah.

Jumat, 17 Januari 2014

Siasat Kancil para Caleg

Jurnalis Independen: Hadir dalam sebuah rapat yang diselenggarakan oleh sebuah sekolah dimana anak tertuaku menjalani pendidikan cukup menggelikan. Selain tidak tepat sasaran, rapat yang seyogyanya membicarakan masalah Bantuan Siswa Miskin (BSM), dimana anakku menjadi salah satu penerima dari 125 orang siswa Sekolah Menegah Pertama Swasta tersebut, sayangnya, kemudian acara itu menjadi ajang pendulangan suara.

Jumat, 03 Januari 2014

Colorado Legalkan Ganja demi PAD

Jurnalis Independen: Demi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Legalisasi transaksi ganja dilakukan di negara bagian Amerika Serikat (AS), tepatnya di Colorado, Walikota Denver, Colorado, Michel Hancock, mengaku bangga wilayahnya telah menjadi pelegalan ganja yang pertama.

Kristen Mulai Berani Bertingkah di Malaysia

Jurnalis Independen: Kristen mulai berani bertingkah di negara Malaysia dengan menentang ummat islam bangsa dan negara. Rupanya hal itu sudah menjadi kebiasaan ummat kristen dimanapun juga berada, sebab mendapat perintah dari para pendeta maupun pastornya yang kebanyakan berasal dari negara barat.

Anjing Jadi Eksekutor Jang Song Thaek

Jurnalis Independen: Mengerikan, ternyata spekulasi yang mengatakan jika Jang Song Thaek, paman pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, dieksekusi dengan cara ditembak, tidak benar. Sebab sebuah laporan menyebut, eksekusi paman Jong-un itu dilakukan oleh 120 anjing piaraan yang dilaparkan.

Tahun 2014 Isu Teroris Menggeliat Kembali

Jurnalis Independen: Hampir bersamaan waktunya dengan pembantaian 6 orang terduga teroris di Ciputat, seorang ibu bernama Hasnah Umareng yang hanya seorang pedagang kedapatan membawa 50 kotak berisi detonator dan sabu tertangkap di Pelabuhan Parepare. Ada apa ini?

Benarkah Harga Mayat Seorang Teroris Rp 700 miliar?

Jurnalis Independen: Harga seorang teroris yang terbunuh akan diberikan imbalan Rp 700 miliar dari pemerinmtah Amerika Serikat. uang itu diberikan sebagai pengganti dana operasional yang dikeluarkan pihak keamanan Indonesia, benarkah?