Minggu, 04 Desember 2011

Demonstran Yaman Tuntut Abdullah Saleh di Eksekusi


Jurnalis Independen: Ribuan warga Yaman anti-rezim melakukan aksi demonstransi turun ke jalan di seluruh negeri untuk menyerukan agar diktator Ali Abdullah Saleh dieksekusi, Press TV melaporkan.

Pada hari Sabtu lalu, para demonstran Yaman turun ke jalan di beberapa kota sebagai bagian dari demonstrasi harian yang menuntut kejatuhan rezim.


Para pengunjuk rasa meminta masyarakat internasional untuk campur tangan dalam krisis yang telah berlangsung selama berbulan-bulan di Yaman. Mereka juga menyerukan untuk mengakhiri penembakan di kota selatan Taizz.

Puluhan orang telah tewas di Taizz sejak Kamis pekan lalu, ketika pasukan rezim Yaman menyerang beberapa daerah di kota tersebut.

Pasukan yang setia kepada Saleh kembali bentrok dengan pengunjuk rasa anti-pemerintah dan suku di Taizz pada hari Sabtu lalu.

Taizz menjadi pusat kota kubu suku bersenjata yang telah mendukung revolusi Yaman sejak dimulai pada akhir Januari.

Sementara itu,sayap politik Ikhwanul Muslimin, muncul sebagai pemenang terbesar dalam putaran pertama pemilihan parlemen, dan mereka berusaha meyakinkan warga Mesir pada Sabtu kemarin (3/12) bahwa mereka tidak akan mengorbankan kebebasan pribadi dalam mengkampanyekan syariat Islam.

Wakil kepala partai Kebebasan dan Keadilan, Essam el-Erian, kepada Associated Press dalam sebuah wawancara telepon menegaskan bahwa kelompoknya tidak tertarik dalam usaha untuk memaksakan nilai-nilai Islam di Mesir, yang juga rumah bagi minoritas Kristen yang cukup besar.

"Kami mewakili partai Islam yang moderat dan adil," kata el-Erian. "Kami ingin menerapkan dasar-dasar hukum Syariah secara adil yang menghormati hak asasi manusia dan hak-hak pribadi," katanya menegaskan.
Komentar-komentar ini merupakan indikasi paling jelas bahwa Ikhwan berusaha menjauhkan diri dari Partai Salafi An-Nur, yang menjadi pemenang kedua pada tahap pertama pemilu.

Ikhwan baru-baru ini membantah dalam sebuah pernyataan bahwa mereka berusaha untuk membentuk aliansi dengan Partai An-Nur di parlemen, dengan menyebutnya sebagai prematur dan hanya spekulasi media.

Pada hari Sabtu kemarin, el-Erian menegaskan bahwa Ikhwan tidak berbagi aspirasi dengan partai An-Nur yang lebih keras untuk secara ketat menegakkan aturan-aturan Islam dalam kehidupan sehari-hari rakyat Mesir.

"Kami menghormati semua orang dalam memilih agama dan kehidupan mereka," kata el-Erian.(emi/mnt)

Tidak ada komentar: