Minggu, 25 Desember 2011

Kenjeran Bakal di Sulap Australia Jadi Universal Studio


Jurnalis Independen: Pantai Ria Kenjeran yang terletak di pantai timur Kota Surabaya Jawa Timur, bakal disulap seperti Universal Studio yang ada di Singapura atau minimal seperti layaknya Pantai Ancol di Jakarta.


Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Hendro Gunawan mengatakan yang bakal menyulap Kenjeran menjadi Ancol adalah investor dari Australia.

“Investor itu adalah salah satu, pendesain Universal Studio yang ada di sejumlah negara,” katanya.

Menurut Hendro, komunikasi antara investor dan pemkot sudah dilakukan sejak sebulan lalu. Konsep revitalisasi yang ditawarkan investor, tidak jauh-jauh dari sarana hiburan yang mirip dengan Universal Studio. “Saat ini, mereka dalam tahap penyusunan studi kelayakan,” kata Hendro.

Hendro mengakui, pemkot belum punya batas waktu untuk rencana ini. Yang jelas, saat ini investor sudah mulai berjalan. Harapannya, dalam waktu dekat akan ada pertemuan lanjutan.

Selain menunggu realisasi tawaran revitalisasi dari investor, pemkot juga tengah memikirkan cara untuk membenahi Taman Hiburan Kenjeran (THP), misalnya dengan terus membersihkan kawasan pantai dan mulai membahas cara mengoptimalkan keindahan kawasan tersebut.

Ketua Komisi C DPRD Surabaya Sachiroel Alim Anwar mengatakan, mendukung segala upaya pemkot merevitalisasi THP Kenjeran. Bahkan, kalau pun harus dianggarkan dalam APBD, dia tidak berkeberatan.
“Asalkan konsepnya jelas. Soalnya, beberapa tahun yang lalu wacana revitalisasi itu sudah sering terlontar.

Tapi, realisasinya tidak ada. Coba buka kliping koran tahun-tahun lalu, pemkot sering bilang mau buat Kenjeran begini dan begitu, namun akhirnya tidak ada pembangunan di sana,” ujarnya.

Kepala UPTD THP Kenjeran Moeljono mengaku pernah mendengar adanya rencana tentang revitalisasi Kenjeran. Saat ini, jumlah pengunjung sudah mencapai lebih dari 40 ribu. Belum dihitung pas libur Lebaran dan Natal serta Tahun Baru. “Saya yakin, dalam rekapan tahunan nanti target 60 ribu pengunjung bisa terealisasi,” kata Moeljono.(sur/mnt)

Tidak ada komentar: