Senin, 19 Desember 2011

Abu Ubaidah: (Hamas) Brigade Al-Qassam Berkomitmen Bebaskan Semua Tahanan


Jurnalis Independen: Abu Ubaidah, juru bicara Brigade Al Qassam, sayap bersenjata gerakan Hamas, menyatakan bahwa gerakan perlawanan berhasil membebaskan 20% dari tahanan yang dipenjara oleh Israel, dan akan tetap berkomitmen untuk mengamankan pembebasan semua tahanan.

Pernyataannya ini datang hari Minggu kemarin (18/12) setelah Israel merilis 550 tahanan selama fase kedua dan terakhir dari kesepakatan pertukaran tahanan yang mengamankan pembebasan prajurit Israel, Gilad Shalit, dengan imbalan pembebasan lebih dari 1000 tahanan Palestina.

Tahap pertama dilaksanakan pada 18 Oktober lalu ketika gerakan perlawanan mengirim Shalit ke Mesir dan Israel merilis 477 tahanan Palestina.

"Kesepakatan pertukaran ini tidak akan menjadi yang terakhir, kami selalu akan bertindak untuk mengamankan pembebasan semua tahanan", Abu Ubaidah mengatakan, "Kami berjanji, kami memenuhi janji kami, kami akan selalu memenuhi janji kami, pelepasan tahanan adalah prioritas utama kami, dan perlawanan akan selalu bekerja untuk mencapai tujuannya".

Abu Ubaidah lebih lanjut menyatakan bahwa kesepakatan pertukaran datang sebagai hasil dari politik keamanan yang berkelanjutan, dan perjuangan bersenjata, serta upaya tanpa henti dari kelompok bersenjata, menambahkan bahwa Al Qassam melakukan komunikasi langsung dengan Mesir untuk memastikan bahwa Israel memenuhi semua kewajiban di bawah kesepakatan pertukaran yang ditengahi Mesir.

Dia juga menyatakan bahwa kesepakatan itu menyatakan bahwa Israel harus melepaskan semua tahanan perempuan, namun, Israel tidak melepaskan beberapa dari mereka mengklaim bahwa mereka tinggal di wilayah pendudukan 1948.

"Ini tidak bisa diterima oleh kami, kami akan melanjutkan pembicaraan dengan Mesir untuk menyelesaikan masalah ini, dan kami terus menuntut Israel bertanggung jawab penuh atas apa pun yang bisa terjadi jika tidak melepaskan mereka".

Abu Ubaidah juga mengucapka terima kasih kepada pejuang resistensi, dan memberi hormat kepada para pejuang yang tewas saat melawan pendudukan dan selama serangan yang menyebabkan tertangkapnya Shalit pada tahun 2006.

Pemimpin Al Qassam tersebut menegaskan bahwa "kelompok perlawanan bersenjata akan selalu membela rakyat Palestina, selalu akan bertindak untuk pembebasan Palestina, dan pembebasan semua tahanan". (emi/mnt)

Tidak ada komentar: