Jumat, 05 Juni 2015

Jelang Lengser Jabatan, Panglima Tetap Harapkan Soliditas TNI


Jurnalis Independen:  Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko memberikan pengarahan kepada Taruna Akademi TNI, Taruna Polri dan Praja IPDN serta mahasiswa peserta Latsitardanus (Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara) ke-35 tahun 2015, usai penutupan Latsitardanus ke-35 tahun 2015 di Lapangan Alun-Alun Kota Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (5/6/2015).
Turut hadir dalam acara tersebut, Wakasau Marsdya TNI Bagus Puruhito, Asrenum Panglima TNI Mayjen TNI Sumedy, Aslog Panglima TNI Marsda TNI Nugroho Prang Sumadi, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Ngakan Gede Sugiartha, Danjen Akademi TNI Mayjen TNI Harry Purdianto para Asisten Kas Angkatan serta Ketua Umum Dharma Pertiwi Ibu Koes Meoldoko beserta staf.

Panglima TNI dalam pengarahannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh Taruna dan mahasiswa peserta Latsitardanus ke-35, karena telah bekerja dengan keras dalam kegiatan ini.  Kita memiliki momentum yang sama, dalam wadah penempatan pendidikan yang sama dan dalam wadah bentuk latihan integrasi yang sama-sama untuk menyamakan visi kebangsaan, yaitu masyarakat yang aman, makmur, adil dan sejahtera, itu adalah misi kebangsaan.

Selanjutnya menyatukan misi, karena masing-masing memiliki misi sendiri-sendiri, TNI memiliki misi sendiri, Polisi memiliki misi sendiri, Praja memiliki misi sendiri, sehingga pada saat para Taruna selesai pendidikan dan bertugas ditengah-tengah masyarakat/di lapangan nantinya, ini perlu disatukan untuk membangun sinergitas, tetapi yakinlah bahwa sinergitas itu tidak mudah kalau tidak kita bangun dengan emosi bersama, disinilah tempat/wadah kalian membangun emosi bersama dalam Latsitarda ini, kalau emosi sudah terbangun maka terbangunlah soliditas. “Kalau komponen TNI, Polri, Praja dan mahasiswa sudah terbangun dengan baik, maka sangat mudah membangun sinergitas, jangan bermimpi bisa mewujudkan sinergitas tanpa adanya soliditas. Kalian bermimpi akan mudah membangun soliditas tanpa ada upaya-upaya untuk menyatukan emosi bersama, maka sekali lagi disinilah beberapa hari kalian membangun emosi bersama”, kata Panglima TNI.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan, para peserta Latsitarda kemarin ditempatkan dirumah-rumah rakyat/masyarakat, makan tidur bersama rakyat, karena kalian adalah calon-calon pemimpin. Seorang pemimpin harus betul-betul memahami apa yang dipikirkan rakyatnya, tetapi jangan jadi pemimpin sebagai/seperti menara gading. “Dalam Latsitarda ini juga kalian telah membangun jaringan-networking, untuk itu saya berharap jaga dan pelihara tindakan serta jaga komunikasi yang telah terbangun dengan baik ini jangan berhenti. Untuk itu, momentum ini tetap  dijaga dengan sebaik-baiknya dan jangan diabaikan karena akan bermanfaat dalam pelaksanaan tugas selanjutnya”, tutup Jenderal TNI Moeldoko.

Latsitardanus merupakan kegiatan kurikulum integratif Taruna Dewasa Akademi TNI, Akademi Kepolisian dan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) serta Mahasiswa yang meliputi kegiatan karya bakti bersama masyarakat untuk membangun sarana fisik yang dibutuhkan, seperti jalan, jembatan, dll, serta sarana non fisik seperti penyuluhan/sosialisasi tentang hidup bernegara, membangun kesadaran dalam bela negara dan kesadaran hukum, riset sosial, wisata juang dan bhakti sosial.

Pada hakikatnya Latsitardanus merupakan kegiatan latihan dalam rangka meningkatkan kesadaran dan pemahaman akan arti pentingnya nilai-nilai kemanunggalan TNI dengan rakyat serta sebagai wahana pembelajaran dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan akademik para Taruna serta kemampuan bidang sosial dengan membantu percepatan pembangunan di daerah, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Disisi lain, Latsitardanus juga merupakan kegiatan yang bersifat “Integratif”, sehingga diharapkan mampu mewujudkan soliditas dan solidaritas serta hubungan yang harmonis antar sesama Taruna Akademi Angkatan, Akpol dan Praja IPDN serta perwakilan Mahasiswa.

Pesertanya adalah Taruna Akademi TNI, Akademi Kepolisian dan Praja IPDN, serta perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia yang berjumlah total sekitar 1.786 orang. Adapun daerah yang menjadi tujuan lokasi adalah desa-desa terpencil dan masih tertinggal dalam tarap pembangunan, yang berada di 5 (lima) Kabupaten di Jawa Tengah, yakni: Purbalingga, digelar di 8 desa yang tersebar di 4 empat Kecamatan, yakni Kec. Karangjambu (2 desa), Kec. Rembang (2 desa), Kec. Kaligondang (2 desa) dan Kec. Karangreja (2 desa). Banyumas, Cilacap, Purworejo dan Kebumen, digelar di 37 desa yang tersebar di lima Kecamatan, yakni Kec. Gombong (6 desa), Kec. Sempor (9 desa), Kec. Karanggayam (6 desa), Kec. Puring (10 desa), dan Kec. Petanahan (6 desa). Autentikasi: Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Czi Berlin G. S.Sos., M.M.

Tidak ada komentar: