Rabu, 03 Juli 2013

Wiranto Ajak Salah Satu Pangeran Illuminati Indonesia Nyapres


Jurnalis Independen: Setelah Hary Tanoesoedibjo menggeser posisi Yuddy Chrisnandi sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Hati Nurani Rakyat. Sehari setelah itu,  salah satu “Pangeran Illuminati” ini, dideklarasikan sebagai calon wakil presiden oleh Hanura dan Wiranto sebagai calon presidennya.


Apa alasannya? Harry Tanoe adalah orang yang dekat dengan George Soros yang menjadi dedengkot dari gerakan penguasaan perusahaan besar Indonesia dengan dukungan keuangan internasional Zionis Yahudi.

Peralihan jabatan Yuddy Chrisnandi sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Hati Nurani Rakyat pada Hary Tanoe, ternyata dilogikan terbalik. Walau diakui oleh Yuddy, sejak Hary Tanoe masuk ke Hanura, belum ada gebrakan yang dilakukan. Namun, partai memberikan kewenangan yang lebih besar pada sejawat Soros. Dengan harapan, agar yang bersangkutan dapat memberikan kontribusi untuk membesarkan partai. Masalah ini katanya, sudah dibicarakan dengan Ketua Umum, Wiranto.

"Kalau dapat amanah lebih besar siapa tahu bisa besarkan partai. Makanya, Pak Wiranto minta saya serahkan jabatan ke Pak Hary Tanoe," kata Yuddy, Rabu 3 Juli 2013.

Pertimbangan lain adalah, agar Hary Tanoe bisa meneruskan strategi yang telah dia siapkan sebelumnya. Di luar semua itu, Yuddy mengaku legowo jika jabatannya diserahkan kepada cawapres partainya.

"Saya setuju dong apalagi untuk kebesaran partai," kata Yuddy Chrisnandi.

Terkait Pendeklarasian Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo sebagai calon presiden dan wakil presiden rupanya menuai masalah di internal partai Hanura. Salah satu yang menolak pendeklarasian itu adalah Ketua DPP Hanura, Fuad Bawazier.

Menurut Fuad, pencalonan Hary Tanoe sebagai calon wakil presiden adalah keputusan strategis yang mustinya diputuskan melalui rapat pimpinan nasional. Untuk itu, menurut dia, pencalonan itu dinilai tidak sah.

"Dalam mekanisme apa yang dipakai? Kenapa tiba-tiba SMS saja yang dipakai (info deklarasi). Intinya, hari Senin ada SMS masuk, harap hadir besok hari Selasa pagi, pakaian rapi, Wiranto-HT akan deklarasi," kata Fuad ketika dihubungi, Rabu 3 Juli 2013.

Fuad mengaku tak diajak berbincang mengenai pencalonan itu. Tak hanya dirinya, tetapi tokoh-tokoh senior partai Hanura juga tak diajak berdiskusi. Sehingga, pada deklarasi lalu, banyak yang tak hadir. "Ada apa ini? Tiba-tiba ada deklarasi itu," ujar dia.

Fuad Bawazier jelas memprotes pendeklarasian Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo itu. Menurut dia, hal ini bisa menimbulkan masalah di internal partai.

"Harusnya melalui Rapimnas, AD/ART-nya begitu. Keputusan penting harus melalui Rapimnas. Ini tiba-tiba muncul siapa yang memutuskan dan mekanismenya nggak ada. Jadi menimbulkan masalah internal," kata Fuad.

Fuad yakin, jika pasangan Wiranto dan Hary Tanoe ini sulit mendapat dukungan baik dari internal partai maupun dari luar. Sebab, menurut dia, pendeklarasian ini tidak wajar. Di mana, satu partai kecil mendeklarasikan capres dan cawapres.

"Seolah partai besar. Ya realistis aja, partai perlu koalisi untuk mengusung capres-cawapres, karena PT 20 persen. Bagaimana kalau nggak koalisi," kata dia.

Namun, jika diambil dari segi positifnya, kata Fuad, bisa saja ini hanya sebagai uji publik. "Ya memang positifnya ada, untuk tes ke publik," ujar dia.@JI

Tidak ada komentar: