Senin, 19 Januari 2015

Presiden Jokowi Bentuk Wantimpres

Jurnalis Independen: Hendropriyono mengaku tidak layak mengemban jabatan Wantimpres. Ia beralasan merasa tidak enak karena jabatan yang dimiliki anak dan menantunya saat ini. Anak Hendropriyono, Diaz Hendropriyono, menjabat Komisaris Telkomsel –salah satu BUMN. Sementara menantunya, Andika Perkasa, merupakan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Jokowi.



Lagipula, ujar Hendropriyono, dia sudah tiga kali masuk kabinet pada pemerintahan periode sebelumnya. Lulusan Akademi Militer 1967 yang kerap tersangkut isu hak asasi manusia itu pernah dua kali menjabat sebagai Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan di era Soeharto dan BJ Habibie, Menteri Tenaga Kerja di era Habibie, dan Kepala BIN di era Megawati Soekarnoputri.

“Masak tidak ada orang lain (untuk mengisi kursi Wantimpres)?” ujar Hendropriyono. Ia mengatakan sekarang waktunya bagi dia untuk berhenti mengabdi di pemerintahan dan berkonsentrasi di bidang pendidikan.

Nama lain yang tak jadi masuk Wantimpres adalah Mooryati Soedibyo. Presiden Direktur perusahaan kosmetik Mustika Ratu itu juga merupakan Tim Sukses Jokowi. Semasa kampanye Pemilu 2014, rumah Mooryati di Jalan Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta Pusat, dijadikan Posko Jokowi Centre.

Mensesneg tak tahu kenapa Mooryati batal masuk Wantimpres. “Saya kurang tahu. Tapi memang dalam beberapa minggu terakhir, ada Ibu Mooryati (di daftar calon Wantimpres). Pak Jokowi punya kedekatan emosi dengan beliau,” kata Pratikno.

Menurut Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, faktor usia menjadi salah satu alasan pemilihan Wantimpres. Itu pula yang membuat Abdul Malik Fadjar akhirnya dipilih menjadi Wantimpres setelah Ahmad Syafii Maarif menolak untuk mengisi jabatan itu.

Abdul Malik Fadjar dan Syafii Maarif sama-sama tokoh Muhammadiyah. Syafii Maarif merupakan mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah. Ia kini berusia 79 tahun. Sementara Malik Fadjar berusia 75 tahun, sedikit lebih muda dari Syafii Maarif.

Syafii Maarif sengaja menolak kursi Wantimpres karena dahulu sudah pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung –lembaga sebelum Dewan Pertimbangan Presiden. Ia sengaja meminta Jokowi untuk mencari tokoh Muhammadiyah yang lebih muda untuk dimasukkan ke dalam Wantimpres.

Sembilan anggota Wantimpres yang dilantik Presiden Jokowi hari ini di Istana Negara ialah Abdul Malik Fadjar dari Muhammadiyah, Hasyim Muzadi dari NU, ekonom Sri Adiningsih, Jan Darmadi dari NasDem, M Yusuf Kartanegara dari PKPI, Rusdi Kirana dari PKB, Sidarto Danusubroto dari PDIP, Subagyo Hadi Siswoyo dari Hanura, dan Suharso Monoarfa dari PPP kubu Romahurmuziy.
(agk)

Tidak ada komentar: