Senin, 18 November 2013

Mafia Narkoba Sukses Sabotase Prajurit Kodam V Brawijaya

Jurnalis Independen: Tentara Nasional Indonesia (TNI), hari ini, kehilangan Tiga orang prajurit. Sayangnya, ketiga orang prajurut itu, tidak gugur di medan pertempuran membela teritorial Negara Kesatuan Indonesia (NKRI), ketiga prajurit itu “gugur” lantaran di “sabotase” oleh bengisnya mafia narkoba. Tentu saja kejadian ini menusuk hati nurani warga Negara Indonesia, institusi TNI, khususnya Pangdam V Brawijaya.

Karenanya, walau dengan berat hati, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Ediwan Prabowo, S.IP, pada hari Senin (18/11), bertindak sebagai Irup pada Upacara Bendera Bulan Nopember sekaligus dengan berat hati dan ketegasan, melakukan Upacara Pemberhentian Dengan Tidak Hormat terhadap tiga orang prajurit TNI AD Kodam V/Brawijaya dari Dinas Keprajuritan. Upacara dilakukan di Lapangan Upacara Makodam V/Brawijaya.

Sesuai Keputusan Pangdam V/Brawijaya atas nama Kasad Nomor Kep/249-14/X/2013 tanggal 21 Oktober 2013 tentang pemberhentian dengan tidak hormat dari dinas keprajuritan atas nama Pelda Kusnan Nrp 540768 Baminvetcaddam V/Brawijaya, Serda Susanto Nrp 31980571620179 Danru Mori Tonban Ki B Yonif 500/R dan Praka Irvan Fausi Nrp 31020657800982 Taban Sangkakala Pok Koki Kima Yonif 500/R.

Perkara yang sudah berkekuatan hukum tetap dan secara administrasi sudah memperoleh Keputusan Pangdam V/Brawijaya, dikarenakan ketiga prajurit tersebut terlibat kasus Narkotika. Karena keputusan sidang dipecat maka ketiga prajurit menjalani hukuman di Lapas Umum. Untuk Pelda Kusnan ditahan di Lapas Umum Madiun sedangkan untuk Serda Susanto dan Praka Irvan Fausi ditahan di Lapas Umum Sidoarjo.

Dalam amanat Kepala Staf Angkatan Darat yang dibaca Pangdam V/Brawijaya mengatakan agar para Pimpinan Satker mengecek kembali pelaksanaan program kerja dan anggaran satuan masing-masing. Selanjutnya, sejalan dengan kebijakan pembangunan TNI AD maka TNI AD berkomitmen untuk terus melakukan modernisasi Alutsista selain tetap berkomitmen untuk membangun prajurit TNI AD yang profesional, modern, berdisiplin, dicintai dan mencintai rakyat, yang berbasis pada science dan teknologi modern.

Disamping itu pimpinan tertinggi Angkatan Darat ini mengharapkan agar seluruh satuan jajaran TNI AD terus mengikuti setiap perkembangan berikut kecenderungan yang mungkin terjadi, agar mampu menyiapkan langkah-langkah antisipatif yang diperlukan sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing. Tak lupa beliau mengingatkan seluruh prajurit agar bersikap netral dan tidak melibatkan diri kedalam politik praktis dalam menghadapi tahun politik 2014.

Sebelum mengakhiri upacara, Pangdam V/Brawijaya memberikan pengarahan kepada peserta upacara. Dalam pengarahannya, beliau mengingatkan bahwa menjadi prajurit TNI bukan hanya sekedar mencari nafkah untuk hidup. Namun menjadi prajurit TNI adalah lebih dikarenakan tuntutan tugas pengabdian kepada    bangsa    dan    negara  sebagai panggilan hati nurani dan rasa cinta terhadap negeri ini.

Tak lupa beliau menegaskan untuk “Berbuat yang terbaik untuk satuan demi kesejahteraan keluarga”. Jangan terlintas sedikitpun di benak para prajurit untuk mencoba-coba melanggar terhadap kebijakan yang telah ditetapkan dan telah kita sepakati bersama. Saya tetap dan akan terus konsisten “Perang Terhadap  Pelanggaran” artinya saya akan menindak tegas terhadap setiap prajurit Brawijaya apabila mereka terbukti melanggar Sumpah Prajurit dan Sapta Marga, ujarnya.

Pelanggaran sekecil apapun yang dengan sengaja dilakukan oleh prajurit Kodam V/Brawijaya jelas akan menurunkan citra prajurit TNI di mata masyarakat. Kita harus ingat, kita digaji dengan uang rakyat, jadi berikanlah contoh dan tauladan yang baik kepada masyarakat. Kita harus mampu mempertanggung jawabkan pengabdian dan kinerja kita kepada rakyat, tambahnya.

Disamping itu Jenderal Bintang Dua ini mengingatkan kepada seluruh peserta Upacara. Khususnya kepada Pelda Kusnan, Serda Susanto, Praka Irvan Fausi  jadikanlah momentum hari ini sebagai pengalaman pahit perjalanan karier saudara dalam mengakhiri masa dinas sebagai prajurit TNI.

Saya selaku Pangdam V/Brawijaya  dan pribadi “sangat kecewa” apabila melihat ada anggota Kodam V/Brawijaya diakhiri masa dinasnya dengan tidak hormat. Kejadian ini tidak perlu terjadi apabila prajurit TNI selalu menjunjung tinggi dan berpegang teguh kepada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI.  Oleh karena itu, saya berharap kejadian ini merupakan kejadian yang    terakhir    kalinya    terjadi  di
Kodam V/Brawijaya. Jangan ada lagi kejadian serupa yang dapat mencoreng identitas prajurit Brawijaya dimanapun berada dan bertugas.    

Setelah menjadi warga masyarakat biasa, cobalah memberikan sesuatu yang terbaik di lingkungan masyarakat. Karena masyarakat masih melihat saudara adalah mantan prajurit TNI, jadi belum terlambat apabila saudara akan memperbaiki  kesalahan yang telah dilakukan pada masa lalu. Selalulah berusaha dan berdoa, semoga  Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan ampunan-Nya kepada saudara yang melakukan kesalahan selama mengabdi di TNI dan selanjutnya diberikan jalan yang terbaik di lingkungan masyarakat nantinya, pesan Pangdam. 


Selain itu, sudah selayaknya warga Negara, termasuk TNI saling bahu membahu meluluhlantakan, menutup jaringan narkoba di negeri ini dan “menghukum mati” pelaku, pengedar dan pemproduksi barang haram yang merugikan bangsa, Negara dan rakyat Indonesia. Sebab kini, lantaran barang haram itu, telah mulai terasa melumpuhkan sendi-sendi aparatur Negara dan pemerintahan.@JI

Tidak ada komentar: