Sabtu, 02 November 2013

Golkar Partai Sokoguru Korupsi konsis bela Atut

Jurnalis Independen: Golkar pasang badan untuk kasus yang menimpa kadernya yang juga menjabat sebagai Gubernur Propinsi Tangerang Atut Chosyiah. Pembelaan Golkar pada kader yang korup memang bukan barang baru, sebab Golkar merupakan partai “Soko Guru Korupsi di Indonesia.”


Setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka pengaduan informasi dan data dugaan korupsi Gubernur Tangerang, masyarakat menyambutnya dengan mengirimkan data yang dimaksud, sebaliknya tidak ada politisi Golkar yang memberikan data dimaksud kepada KPK.

Ketika KPK hendak meningkatkan status tersangka Atut, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Aziz Syamsuddin berharap mengharap KPK) tidak meningkatkan status hukum atas Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah,.yang merupakan kader Golkar yang diduga terlibat dalam kasus suap Pilkada Lebak, Banten kepada Akil Mochtar.

Saat itu, Aziz Syamsuddin bahkan mengatakan dalam acara diskusi bertajuk 'Mencari parpol bersih', di Cheese Cake Factory, Cikini, Jakarta, Sabtu (26/10) lalu, "Kami harap kepada KPK cukup sebagai saksi saja untuk Bu Atut."

Pada saat gedung KPK kebanjiran 30 santri dan ulama, yang mengaku berasal dari Persatuan Ulama dan Santri se-Banten Raya (PUSER)., dan menggelar pengajian pembacaan Surah Yasin, guna memberi dukungan moral kepada KPK dalam mengusut seluruh dugaan korupsi di lingkungan Provinsi Banten. Saat itu pula Atut menyelenggarakan doa bersama ibu-ibu di rumahnya untuk keselamatan dirinya agar kasusnya di KPK tidak berlanjut.

Waktu rombongan santri dan ulama dating ke gedung KPK dipimpin oleh Ustaz Ahya Anshori dengan  Juru bicara rombongan PUSER, Dudung Abdurrahman, sementara saat itu beredar kiriman sihir dan teluh alias santet, yang ditujukan pada anggota KPK yang menangkap adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan.

Hingga saat ini, tanpa lelah, Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham mempertahankan dan memastikan Ratu Atut Chosyiah masih menjabat sebagai Ketua DPP Partai Golkar. Divisi Hukum-Advokasi partai dipastikan akan membantu Atut yang juga merupakan Gubernur Banten, semaksimal mungkin.

Menurut Idrus di Jakarta, Sabtu (2/11), Partai Golkar masih menganggap Ratu Atut tidak bersalah sebelum keluar keputusan berkekuatan hukum tetap atas kasus korupsi.

Idrus menambahkan, partai berlambang pohon beringin itu walau tidak mempermasalahkan pencekalan yang dilakukan KPK terhadap Ratu Atut. Namun, ia menganggap kasus yang menjerat Ratu Atut belum jelas.

Sebab, sambung Sejen Partai “Soko Guru Korupsi” ini, berpedoman pada asas praduga tidak bersalah sehingga Ratu Atut masih bersih di mata Partai besutan Soeharto yang pernah memberangus dan memaksa ulama se Indonesia untuk masuk dalam partainya.Ji


Tidak ada komentar: