Selasa, 04 November 2014

Politisi PDIP Aria Bima "TEKUK" Prabowo, KMP Setuju Bagi Alat Kelengkapan DPR dengan KIH

Jurnalis Independen: Bisa jadi lantaran capek, jenuh atau malu baik pada masyarakat, pemberi suara bahkan kepada Pemerintah Joko Widodo- Jusuf Kalla (Jokowi-Jk) yang telah tinggal landas kerja keras untuk memberikan kualitas hidup secara ekonomi, pendidikan, kesehatan bahkan hingga pelajaran moralitas.


Akhirnya, tentu saja dengan mengucap syukur alhamdulillah kedua kubu yang "bertikai" di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berusaha menemukan titik temu silang pendapat yang  selama ini membela KIH dan KMP.

Kabar positif ini mencuat setelah Politisi PDIP Aria Bima berbagi lobi melakukan pendekatan pada dua kubu yang memiliki agenda berbeda di parlemen. Setelah melalui proses yang melelahkandan menghindarkan rasa malu yang bertambah besar kepada Rakyat Indonesia, kedua kubu sepakat meninggalkan persepsi lama yang mereka kukuhi.

"Persepsinya harus diubah. Bukan bagi-bagi kekuasaan. Proporsional, representasi," kata Aria di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa kemarin (4/11/2014).

Lebih lanjut Aria mengatakan, pihaknya tidak meminta kocok ulang pimpinan alat kelengkapan DPR. Namun, Koalisi Indonesia Hebat (KIH) tetap meminta 16 pimpinan alat kelengkapan DPR (AKD).

Agar target tersebut tercapai, Aria mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan sejumlah elite partai, seperti Ketua Harian Partai Demokrat (PD) Syarief Hassan dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Saya mau ngobrol sama Syarief Hasan untuk lobi dengan Demokrat. Demokrat ada titik terang, PAN setuju. Gerindra setuju 40:60. Pak Prabowo bilang ke saya," ucap Aria.

Sementara itu, politisi senior PDI-P, Pramono Anung, melakukan lobi dengan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (ARB). Lalu bagaimana dengan PKS? "ARB akan beri ruang jalan tengah. Kalau semua ikut, masa dia (PKS) tidak ikut," tuturnya.

Sebelumnya, Ketua DPR Setya Novanto berharap konflik di DPR dapat diselesaikan pada pekan ini atau paling lambat pekan depan. Setya enggan menjelaskan secara detail mengenai isi pertemuan antara kubu KIH dan KMP.

yang jelas, dengan perkembangan ini Rakyat Indonesia akan sangat apresiasi dan mendukung sepenuhnya langkah rekonsiliasi di tubuh Parlemen hasil pilihan legeslatif 2014 itu. Sebab selama ini rakyat berkurang empatinya terhadap lembaga yang mewakili aspirasi seluruh anak negeri  yang menampilkan demokrasi barbar.

Tidak ada komentar: