Rabu, 19 Desember 2012

Kelahiran Nabi Muhammad saw dan Keberadaan Surat Jin Hentikan Tradisi Reinkarnasi Bangsa Jin


Jurnalis Independen:  
Walhasil, dari persekongkolan antara bangsa jin di satu sisi dengan Iblis dan Dajjal di sisi lain, membius manusia dan jin melakukan perkawinan dan persekongkolan demi kenikmatan duniawi yang sesaat.


Pro kontra kebangsaan Ratu Bulqis maupun Ratu pantai Selatan memang menjadi hal yang tak pernah tersingkap secara gamblang. Begitupun keterangan yang mengatakan bahwa Ratu Bulqis adalah keturunan bangsa jin hanya didapat dari penuturan Sanghyang Sys kepada sang permaisuri. Sedangkan Sanghyang Sys sendiri merupakan sosok dewa dari sebuah kepercayaan yang dianut oleh Raja Saba dan rakyatnya pada masa itu.

Sementara itu beberapa mahkluk halus lainnya yang dianggap sebagai saudara Ratu Bulqis antara lain: 
1.     Dewi Planet
Dewi Planet bernama Dewi Maya Alam Raya ini bersemayam di planet dalam tata surya di langit lapisan ke empat. Dewi Maya Alam Raya ini bersemayam di Planet dalam tata surya di langit lapisan keempat diluar jauh dari bumi. Di Planet Mars Dewi Planet tinggal Tugas Dewi Maya adalah mengatur planet-planet di langit dekat bumi, meteor, bintang dan lainnya. Kisah adanya makhluk ruang angkasa dan Alien berasal dari keberadaan Dewi Maya ini.

Dewi Planet mempunyai dua anak. Yang pertama adalah Syahnaraya Magnetidya Putri. Berkuasa di Planet dekat Ratu Planet yaitu di Venus. Di Planet Venus ia mengatur negeri dan mengembangkan teknologi. Selain itu, Dewi Venus atau Syahnaraya juga membantu manusia yang taat kepada Tuhan. Caranya dengan memberikan pengajaran ilmu tehnologi. Dewi Venus ini juga memiliki pasukan dari bangsa jin. Mereka ada yang bersifat baik tetapi banyak juga yang memiliki sifat jahat. Semua pasukannya dibawa pengawasan Dewi Syahnaraya Magnetidya Putri atau Dewi Venus.

Anak yang ke dua dari Dewi Planet atau Dewi Maya Alam Raya yaitu Plaztiantentius Raya Magma Putra. Anak ke dua Dewi Planet ini menguasai Planet Yupiter dan Saturnus. Raya Magma Putra juga mendapatkan keahlian dari ibunya mengembangkan tehnologi bagi kepentingan manusia. Tehnologi yang dikuasainy akan diajarkan kepada manusia yang memiliki kedekatan dengan Sang Pencipta jagad raya.

Dewi Planet Maya Alam Raya masuk Islam ketika bertemu Nabi Muhammad saw yang sedang dalam perjalanan Isra’ Mi’raj. Nabi bertemu dengan bangsa Jin pertama dan menyatakan mengikuti ajaran Nabi Muhammad. Bangsa jin itu adalah Dewi Planet dan merupakan ratu yang menguasai beberapa planet dan masih merupakan saudara Ratu Bulqis.

2.     Dewi Kidul atau Dewi Naga Selatan
Saudara yang ke dua dari Ratu Bulqis adalah Dewi Kidul (Naga Selatan). Dewi Kidul atau Penguasa laut Selatan memiliki daerah kekuasaan mulai dari Asia sampai Timur Tengah dan Afrika Selatan. Termasuk juga Samudera Hindia dan laut Laut merah. Di wilayah Indonesia, Dewi Naga Selatan memiliki istana di kawasan Cilacap Istananya bernama Puser Bumi yang menjadi tempat berkumpulnya semua bangsa jin dari seluruh bangsa jin yang ada di alam. Entah bagaimana caranya, yang jelas mahkluk bangsa jin ini telah mempersiapkan pasukannya yang kini dikumpulkan di Gunung Selok, di daerah Cilacap. Persiapan tersebut dalam rangkah memberikan bantuan kepada keturunan Dewi Kidul atau Dewi Naga Selatan dari bangsa manusia.

Dewi Kidul atau Dewi Naga Selatan memiliki nama lain yaitu Dewi Sekarwati Mara. Dewi Naga Selatan atau Dewi Sekarwati Mara, memiliki tiga orang putrid. Mereka adalah Rara Blorong, Rara Panas, dan Rara Ningrum. Setiap putrinya memiliki daerah kekuasaan masing-masing. Rara Blorong menguasai wilayah sebagian Jawa Tengah, Pantai Utara, Pulau Bali, Thailand, India dan Mesir itu juga sebagian saja dan juga menguasai tidak jauh dari Samudra Atlantik. Rara Panas menguasai sebagian wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, Semenanjung Malaya, Laut Merah, Laut Mati, dan Jabal Qubeis di Arab Saudi. Rara Ningrum menguasai wilayah Jawa Timur.

Rara Blorong adalah tokoh sakti yang menguasai dunia gaib dalam ilmu kesaktian beraliran hitam. Rara Blorong memiliki anak kembar laki-laki yakni Alpan dan Alpin yang juga membantu ibunya dalam menjalankan dan mengawasi daerah kekuasaannya.

Rara Panas adalah tokoh legendaris. Ia tergolong sebagai Dewi yang memiliki ilmu kebijaksanaan dan welas asih. Ia memiliki dua orang anak yakni Putri Andini Naga Hijau Kencana Rara Sati dan Suci Rahayu. Putri Suci Rahayu dan Ibunya Rara Panas (Roro Kidul) sekarang bersemayam di Cilacap tepatnya di Gunung Selok (Puser Bumi).

Rara Ningrum memiliki dua orang putri yakni Bayung Kencana Sari dan Layung Kencana Sari. Tidak banyak yang dapat diceritakan dari Rara Ningrum dan kedua putrinya ini. Rara Ningrum menguasai wilayah Jawa Timur saja.

Adapun ketokohan Dewi Kidul adalah Dewi yang menguasai dunia gaib. Di Samudra Hindia pada masa silam dimana ada seorang Raja India pertama mempunyai seorang putra. Dan putra tersebut merupakan anak ciptaan dari Dewa Ismaya. Anak itu bernama SANG SIDHARTA GAUTHAMA dan juga merupakan anak angkat dari Dewi Kidul. Saat itu, Dewa Ismaya menitipkan anak tersebut kepada bibinya agar dijadikan sebagai anak angkatnya.

Pada masa selanjutnya raja-raja yang ada dikepulauan Nusantara adalah buatan dari Dewi Kidul, Dewi Naga Selatan atau Dewi Sekarwati Mara. Pada masa abad ke 1 Masehi hingga abad 12 Masehi, rakyat dan kerajaan Kepulauan di Nusantara, didatangi oleh pengikut si Dharta Gauthama, atas perintah Dewi Sekarwati Mara dan Dewa Semar yang datang lewat mimpi. Pada saat itu rakyat dan kerajaan di Nusantara masih menganut agama BUDHA. Kedatangan Semar dan Dewi Sekarmara untuk kedua kalinya dengan membawa ajaran Hindu. Perkembangan agama ini menyebar dengan sangat cepat dan melebihi perkembangan agama Budha.

Pada abad ke 14 dimana yakni di Zaman pemerintahan kerajaan Demak yang dipimpin oleh Raja Islam pertama Raden Fatah, menggeser kekuasaan dan pengaruh agama Hindu dan Budha sekaligus. Pada masa ini kekuatan kerajaan Demak didukung oleh tokoh legendaris penyebar agama islam yakni Sembilan Wali atau Wali Songo.

Kisahnya bermula dari pertemuan antara salah satu wali sakti bernama Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Pertemuan itu membicarakan masalah pengislaman rakyat di sekitar kawasan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Namun niat itu dihalangi oleh penguasa gaib Ratu Kidul atau Dewi Sekarwati Mara. Merekapun akhirnya berperang di istana Ratu Kidul, puser bumi di cilacap.

Setelah perang selama 2 pekan, akhirnya sang Dewi mengakui kalah di hadapan Sunan Gunung Jati yang dibantu oleh Sunan Kalijaga. Selain memngijinkan pengislaman wilayah itu, Sunan Gunung Jati melakukan perjanjian dengan Ratu Kidul. Perjanjian itu menyatakan bahwa keturunan Dewi Naga Selatan akan selalu memberikan bantuan kepada keturunan Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati.

3.     Dewi Cina atau Dewi Naga Utara
Saudara Ratu Bulqis yang ke tiga adalah Dewi Cina atau Dewi Naga Utara. Dewi Cina atau Dewi Naga Utara bernama  Xin Shia Er She. Ia menguasai Benua Asia bagian Utara dan Laut Cina Selatan. Berkat bantuan Dewi Naga Utara ini terbentuklah kekaisaran di negara Cina, Mongolia dan Jepang. Naga Utara memiliki dua orang putra dan putri. Lambang dari Dewi Cina sendiri adalah Naga Emas kekuning-kuningan dan kemerahan. Dewi ini yang menurunkannya orang-orang untuk menjadi kaisar, tetapi Dewi Cina hanya datang kepada orang-orang untuk menjadi kaisar.

Anak pertamanya bernama putri Xin Jia She atau Dewi Naga Emas yang menguasai negara-negara Mongolia. Pada masa kekaisaran Cina dan Mongolia, bangsa Asia menjadi terkenal sampai keseluruh penjuru dunia. Selain maju dalam hal tehnologi, di bawa pengawasan Dewi Naga Emas kekaisaran Cina dan Mongolia dikenal memiliki angkatan perang yang tangguh dan besar.

Anak ke dua dari Dewi Cina atau Dewi Naga Utara yaitu Xin Jia Than. Xin Jia Than juga dikenal sebagai Naga Merah yang memiliki wilayah kekuasaan gaib di negara Jepang dan Korea. Dimana orang Jepang menganggap dia adalah Dewa Matahari. Anggapan rakyat jepang itu mendapatkan persetujuan dari Sang Hyang Sys sebagai pemilik nama Dewa Matahari yang sebenarnya.


Dalam cerita kabuki ini terdapat bagian dimana Dewa matahari dititipkan para dewa di langit untuk menitis kepada Manusia dan menjadi kaisar untuk memerintah Negeri Jepang. Ketaatan rakyat Jepang kepada Kaisar adalah ajaran dengan ketaatan kepada Dewa. Sebagai perwujudan ketaatannya pada Dewa Matahari maka bangsa Jepang senantiasa mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah diajarkan pada meraka selama berabad – abad yang lalu dimasa silam. Dan kini baik bangsa Jepang, Korea dan Cina menjadi negara bangsa Asia yang sangat maju dan diangap penting dalam percaturan politik dunia.

Selain teknologi dan ilmu pengetahuan yang dimiliki bangsa-bangsa Asia di Utara ini masih memegang kepercayaan atau perhitungan mengenai peruntungan dalam kehidupan. Perhitungan seperti berdasarkan Bulan (ilmu falak) atau shio yang dikenal dari Cina juga dikalender dalam ilmu Jawa weton kelahiran dan lain-lain. Sedangkan perhitungan hari berdasarkan ilmu jawa hampir sama dengan perhitungan hari dalam tahun matahari (Syamsiah) seperti perhitungan orang Eropa dan Yahudi dalam tahun kalender Masehi. Kelemahan perhitungan masehi adalah perputaran bumi pada matahari tidak bulat sempurna tetapi berbentuk orbit yang elips, sehingga perhitungan Masehi sering bias dan dilakukan kalibrasi dengan adanya tahun kabisat dan bilangan hari pada setahun ada tanggal 28 Pebruari atau tanggal 29 Pebruari.

4.     Dewi Angsa
Dewi Angsa atau Dewi Maqzelina bersemayam di Kutub Utara dan Kutub Selatan. Dewi ini merupakan saudara Ratu Bulqis yang ke empat. Wilayah kekuasaanya adalah Eropa yakni kepulauan Britania Raya, Jerman, Prancis, Belanda, Denmark, Eropa utara, Rusia, dan Eropa timur. Dewi ini memilik tiga orang anak yakni Charles De Carlos (Merlin), Maximousezes Louis dan Magdalena. Merlin adalah penyihir legendaris yang membantu Raja Arthur menjadi Raja Inggris pertama dan menyatukan seluruh kerajaan di Britania Raya pada zaman peperangan dua kerajaan besar yakni Raja Uther dan Vortigen. Pada masa Pemerintahan Arthur ini Inggris menjadi negara yang kuat. Rakyat di negeri ini memiliki dua kepercayaan, yakni agama Nasrani dan ajaran lama. Ajaran lama adalah kepercayaan kepada para Dewa-Dewi dengan inti ajaran ilmu sihir.

Maximousezes Louis menguasai dan membuat kerajaan-kerajaan di daerah Prancis, Jerman dan Rusia. Pada masa pemerintahan Rajo Louis I Agama sebagian besar rakyat di Eropa adalah Nasrani yang masuk dari pengaruh kerajaan Romawi di Eropa Selatan. Sedangkan ajaran lama yang dianut oleh keturunan Yahudi di Eropa telah menjadikan negeri di Eropa maju dalam bidang ekonomi dan teknologi.

Ketika pecahnya perang salib (abad 7) dimana persekutuan kerajaan-kerajaan di Eropa kalah dari pasukan muslim pimpinan Sultan Salahudin (dalam bahasa Inggris ; Saladin), terjadi migrasi besar-besaran bangsa Iblis dan Syetan dan membantu ilmuan setelah ratusan tahun kemudian untuk maju dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Akhirnya pada abad 14 ketika jatuhnya Kekalifahan Islam terbesar di Dunia Turki Osmani dan benteng terakhir Islam di Eropa dengan jatuhnya Cordoba di Spanyol. Kemudian Eropa maju pesat dan membuat negara besar baru sebagai saudara sekutunya di Benua Amerika. Dengan nama Negara Amerika Serikat.

Proses Reinkarnasi Bangsa jin Terhenti
Semenjak kelahiran Nabi Muhammad saw, bangsa jin tidak lagi bisa melakukan reinkarnasi dengan seenaknya.  Bangsa Jin tidak mudah menyusup dalam janin manusia terlebih dengan adanya Surat Jin yang diterima Nabi Muhammad sebagai salah satu dari 6623 ayat dan terhimpun pada 114 surat dalam Al qur’an yang diwahyukan dari Allah SWT. Namun, hilangnya bangsa jin, muncullah sosok Dajjal. Dajjal inilah yang melakukan reinkarnasi untuk menciptakan dunia baru menurut kemauannya sendiri. Dajjal berusaha mempengaruhi manusia dan bangsa jin untuk menciptakan kerajaan tuhan di dunia menurut versi Dajjal.

Reinkarnasi yang dilakukan oleh Ratu Bulqis dan saudara-saudaranya, dipercaya sudah tidak terjadi lagi. Namun demikian, kemunculan Dajjal yang dibantu oleh Iblis, menyebar sifat-sifatnya yang negatif. Penyebaran sifat Dajja dan Iblis mempengaruhi sifat manusia, sehingga manusia memiliki sifat angkara, tidak mau diatur, amoral, anti agama bahkan anti Tuhan.

Ritual-ritual atas dasar bisikan Dajjal dan Iblis, kembali dilakukan oleh manusia sepeninggal para Nabi. Ritual itu dilakukan untuk mendapat imbalan berupa kekuasaan, ilmu kebal dan sejenisnya, maupun harta kekayaan seketika. Dajjal  dan Iblis tidak hanya mempengaruhi bangsa manusia, tetapi juga mempengaruhi bangsa jin. Sehingga bangsa jin yang tergoda membantu Iblis dan Dajjal menularkan sifat syetannya kepada bangsa manusia.

Walhasil, dari persekongkolan antara bangsa jin di satu sisi dengan Iblis dan Dajjal di sisi lain, membius manusia dan jin melakukan perkawinan dan persekongkolan demi kenikmatan duniawi yang sesaat. Tentu saja semua itu melanggar kodrat mereka sebagai bangsa manusia dan bangsa jin. Sehingga perkawinan yang dilakukan baik oleh Ratu Bulqis maupun Ratu Pantai Selatan, Blorong atau Nyai Ratu Kidul tetap merupakan sebuah fenomena bagi manusia lemah iman, dibawah kendali Iblis dan Dajjal, serta menafikan aturan ilahi yang telah digariskan.

Sementara itu, bagi kalangan ummat islam, fenomena Ratu Bulqis sebagai sosok bangsa jin merupakan sebuah rumor yang tidak layak dipercaya. Demikian pula dengan keberadaan Ratu Pantai Selatan, Kanjeng Ratu Kidul maupun Nyi Blorong dianggap sebagai sebuah dongeng yang dihembuskan oleh Iblis dan Dajjal sebagai penyandang sifat syetan yang selalu mempengaruhi manusia agar tidak istiqomah dengan keimanannya kepada Sang Pencipta Jagad Raya. Walau tidak bisa dipungkiri bahwa kehidupan bangsa jin itu ada berdampingan dengan alam manusia. Dan ada diantara manusia yang dapat melakukan interaksi dengan alam dan bangsa jin, seperti apa yang pernah dilakukan dan dialami oleh Nabi Sulaiman lewat satu ayat dari sekian banyak ayat yang ada dalam Al Qur’an: “Para jin membuat untuk Nabi Sulaiman apa yang dikehendaknya dari bangunan yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang besarnya seperti kolam dan periuk yang tetap berada di atas tungku.” (Saba’: 13). @mnt

Tidak ada komentar: