Senin, 29 Desember 2014

Cara CNN Kampanyekan ISIS

Jurnalis Independen: Inilah cara-cara yang biasa dilakukan media barat menyerang, memfitnah dan memutar balikkan fakta. Kekuatan media yang sangat kuat dan besar mampu memberikan gambaran berbalik 180 derajat. Cara-cara seperti itu, menjadi cara yang biasa dilakukan media asing dan tanah air guna mengecoh publik. Ingat revolusi Perancis dan apa yang dilakukan keluarga Yahudi Rotherchil...
 
REPUBLIKA.CO.ID, MOSUL - Penulis Juergen Todenhoefer melakukan satu perjalanan yang berbahaya namun dapat membuka mata banyak orang. Todenhoefer melakukan perjalanan memasuki wilayah kekuasaan ISIS yang mereka sebut kekhalifahan di Raqqa dan Deir Ezzor, Suriah, serta Mosul, Irak.

"Ada satu pengertian mengerikan tentang hal yang mereka sebut normal di Mosul" terang Todenhoefer melalui wawancara eksklusif dengan CNN.

Saat Todenhoefer hendak mengunjungi sebuah masjid untuk menemui pimpinan ISIS Abu Bakr al-Bagdadi, ia melihat realitas dari kehidupan sehari-hari yang dilalui masyarakat di bawah kepemimpinan ISIS. Banyak yang terusir dan melarikan diri dari Mosul. Selain itu, banyak pula yang telah terbunuh.

Meski begitu, kota Mosul tetap berfungsi sebagaimana biasanya dan sebagian orang di sana menyukai 'kestabilan' yang dibawa ISIS. Akan tetapi, perasaan ketakutan dari para penduduk sangat terasa. Todenhoefer menyatakan banyak dari penduduk yang merasa ketakutan karena hukuman yang diterapkan jika melanggar peraturan ketat ISIS sangat berat.

ISIS juga menyatakan pada Todenhoefer bahwa mereka dapat menguasai Mosul hanya dalam empat hari. Dalam empat hari itu, mereka dapat mengalahkan sekitar 20 ribu tentara hanya dengan 300 orang prajurit ISIS.

"Kami menyerang pasukan garis depan dengan keras, selain itu kami juga gunakan serangan bunuh diri," jelas ISIS. Todenhoefer juga menilai salah satu kekuatan terbesar ISIS ialah kerelaan dari para pasukan ISIS untuk mengakhiri hidupnya dalam pertempuran.

Bahkan, ada salah satu anggota ISIS bertubuh gemuk yang memilih untuk mengenakan bom di badannya setiap kali berperang. Pasukan ISIS itu beralasan karena tubuhnya gemuk ia jadi susah untuk berlari dan berisiko untuk tertangkap pihak lawan. Dari pada ia tertangkap pihak lawan, lebih baik ia melakukan bunuh diri dengan bom yang ia kenakan.

Selain tentara bertubuh gemuk itu, Todenhoefer menemukan bahwa anggota ISIS ternyata juga terdiri dari anak-anak.

Tidak ada komentar: