Rabu, 18 Maret 2015

Atas Nama KEBEBASAN PERS Kartunis Penghina Nabi Muhammad SAW Dapat Penghargaan


Jurnalis Independen: Beginilah cara pecundang pembenci islam memutarbalikan fakta dan kebenaran. Yang jahat dibilang baik dan mendapatkan penghargaan dengan berbagai atas nama, yang lurus dibilang bengkok, semantara jika ada yang membuka fakta kedengkian kepada islam dibilang SARA.


Seorang kartunis Swedia yang paling diburu akibat menggambarkan Nabi Muhammad SAW sebagai anjing, mendapat penghargaan di Swedia. Dengan pengawalan ketat, Lars Vilks dianggap sebagai sosok yang mewakili kelompok kebebasan pers dan mendapatkan penghargaan.

Kemunculannya merupakan yang pertama kalinya sejak insiden penembakan di kafe dalam sebuah diskusi di Kopenhagen yang dihadirinya. Saat menerima penghargaan tersebut, ia mendapatkan pengamanan ketat.


Ia menerima penghargaan Sappho dari sayap kanan Denmark Masyarakat Kebebasan Pers. Selama ini, Vilks dianggap sebagai kelompok kiri Swedia. Namun, Vilks mengaku tidak ingin punya niat ingin jadi ikon kebebasan pers.

“Saya seorang seniman dan karya seni saya mungkin sulit dimengerti. Banyak yang mencoba memahami maksud anjing (dalam gambar saya) itu. Saya sendiri tak memahaminya,” ujar Vilks.

Kartun Vilks diterbitkan pada 2007, setahun setelah serangkaian penggambaran Nabi Muhamad di koran Jyllands Posten Denmark memicu protes umat Islam di seluruh dunia. Selama ini penggambaran Nabi merupakan bentuk penghindaan bagi umat Islam.

Ia menyadari banyak yang percaya gambar tersebut merupakan bentuk penghujatan. Tapi ia menegaskan itu hanya sebuah karya seni. “Saya menunjukkan karya saya pada dunia dan dunia harus menafsirkannya,” kata Vilks.

Vilks menjadi salah satu kartunis paling diburu oleh militan Muslim akibat torehannya tersebut. Sejumlah serangan terhadap kartunis dilakukan awal tahun dan yang paling mematikan adalah peristiwa penembakan kantor majalah satir di Perancis, Charlie Hebdo.

Tidak ada komentar: