Jumat, 21 Juni 2013

Tumpeng 2 Km Tuk Soekarno Presiden RI Terhormat Sepanjang Masa


Jurnalis Independen: Walau 43 tahun lalu menjadi akhir yang tragis dari sosok tokoh bernama Soekarno Presiden Pertama RI yang “digulingkan” dengan cara sadis, kejam, bengis dan tanpa perikemanusiaan oleh kumpulan srigala liar antek kapitalis, namun peringatannya kali ini lebih menggugah jiwa generasi anak bangsa yang tahu siapa diantara bernama Soe itu yang menjadikan negeri terpuruk tiada akhir.


Ribuan warga Kota Blitar dan perwakilan dari seluruh Indonesia serta 65 kepala daerah mengikuti selamatan akbar dengan menggelar tumpeng sepanjang 2 km. Tumpeng sepanjang 2 Km dimulai dari halaman makam sang proklamator Jalan Soekarno hingga ke Istana Gebang di Jl Sultan Agung.

"Ini adalah tumpengan terpanjang selama Haul Bung Karno dan dihadiri oleh ribuan warga Kota Blitar, tamu dari seluruh Indonesia termasuk 65 kepala daerah yang memang kita undang dalam acara ini," kata Wali kota Blitar Samanhudi Anwar pada merdeka.com, Kamis malam (20/6).

Ribuan massa mulai menyemut di sepanjang jalan mulai pukul 16.00 WIB dan mencapai puncaknya hingga magrib. Sebab acara tahlil akbar digelar setelah magrib dan diteruskan dengan acara haul akbar yang dipusatkan di Jalan Soekarno Hatta tepat di depan makam.

Acara haul akbar diisi dengan pembacaan riwayat hidup Soekarno yang dibacakan oleh Ketua DPRD Kota Blitar Guntur Wahono dan diteruskan pengajian akbar yang disampaikan oleh Mustasyar PBNU KH Hasyim Muzadi.

Dari pihak keluarga Soekarno, hanya Rahmawati saja yang nampak hadir dalam acara ini, sementara keluarga yang lain absen. Selain itu beberapa tokoh politik Jawa Timur juga nampak hadir yakni calon gubernur Jawa Timur, Bambang DH.

Supriyadi, salah seorang peziarah dari Surabaya, mengaku senang bisa hadir dalam kegiatan haul akbar ini. Dirinya mengaku telah 7 tahun mengikuti acara haul Bung Karno dan tidak pernah absen.

"Saya senang dengan Bung Karno, dia pejuang negeri yang menjadi idola saya. Kedatangan saya bersama keluarga adalah sesuatu pembelajaran secara langsung agar anak-anak saya menghargai jasa pahlawannya," kata Priyadi bangga.@JI

Tidak ada komentar: