Jumat, 21 Oktober 2011

Pesan Terakhir Khadafi Pada Eva Politisi PDIP Untuk Indonesia Raya


Jurnalis Independent: Kematian Pemimpin Libya Muamar Kahdafi harusnya semakin membuka mata Rakyat Indonesia terutama mereka yang mengaku pemimpin negara untuk tidak bergandengan tangan dengan penipu dan penindas paling halus dan kejam dalam sejarah peradaban manusia hingga detik ini.

"Makmurkan rakyat dan protect HAM mereka, jangan memberi peluang polisi dunia 'Barat' merebut kedaulatan negara," ujar Politisi PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari kepada wartawan dalam pesan singkatnya, Jumat (21/10/2011).

"Jangan demi melanggengkan kekuasaan, menjadi golden boy atau anak emas polisi dunia 'Barat' dengan menjual rakyat dan konstitusi", tambah Eva.

"Sumber daya alam kita legally dirampok sehingga tidak memakmurkan rakyat (lihat pasal 33 UUD 1945). Kepemimpinan yang cerdik dan bermartabat adalah kunci kedaulatan rakyat," pungkasnya.

Politisi PDI Perjuangan itusangat berduka atas terbunuhnya pemimpin Libya, Moammar Khadafi. Tewasnya Khadafi menurut Eva merupakan bagian dari praktik polisi dunia yang dilakukan AS dan negara-negara imperialis lainnya.

"Tentu saya berduka, bukan saja karena tewasnya Khadafi tetapi praktik polisi dunia oleh AS dan gang negara-negara maju".

"Khadafi hanya contoh kesekian setelah pertama kali diterapkannya kepada pemerintahan Indonesia semasa pemerintahan Presiden Soekarno, saat Soekarno mengatakan tidak pada demokrasi ala Nixon. Setelah itu baru pemerintahan Saddam Husein, pemimpin negara berdaulat di negara-negara kaya yang dihabisi karena say 'NO' to dikte dan hegemoni barat. Tapi tindakan double standar bisa dilihat di Zimbabwe, rakyatnya dibuat bulan-bulanan oleh Mukabe, Barat diam saja," ujar Eva kepada wartawan melalui pesan singkatnya, Jumat(21/10/2011).

Bukan hanya di tindakan militer, menurut Eva pada kebijakan ekonomi Blok Barat juga menerapkan sistem double standar. Krisis perbankan di Eropa, yang kejadian dan naturenya persis sama krisis perbankan Indonesia tahun 1998, tidak disuruh tutup tetapi justru disuruh bail out habis-habisan.

"Intinya, memang (negara) Barat mikir rakyat negara-negara yang pemimpinnya dihabisi? Enggaklah, mereka lebih concern ke sumber daya alam terutama minyak. Kita lihat bagaimana nasib Rakyat Papua paskapenggulingan Bung Karno, Rakyat Irak paskapenggantungan Saddam. Tidak lebih baik!. Politik luar negeri (negara barat) adalah full enemy, bukan zero enemy," pungkasnya.(soeminto)

1 komentar:

Lady Mia mengatakan...

Halo, nama saya Mia Aris.S. Saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati karena ada penipuan di mana-mana. Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial, dan putus asa, saya telah scammed oleh beberapa pemberi pinjaman online. Saya hampir kehilangan harapan sampai seorang teman saya merujuk saya ke pemberi pinjaman sangat handal disebut Ibu Cynthia yang meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari Rp800.000.000 (800 JUTA ) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres dengan tingkat bunga hanya 2%. Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah i diterapkan untuk dikirim langsung ke rekening saya tanpa penundaan. Karena aku berjanji padanya bahwa aku akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman dalam bentuk apapun, silahkan hubungi dia melalui emailnya: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com
Anda juga dapat menghubungi saya di email saya ladymia383@gmail.com.
Sekarang, semua yang saya lakukan adalah mencoba untuk bertemu dengan pembayaran pinjaman saya bahwa saya kirim langsung ke rekening bulanan.