Rabu, 16 Desember 2015

Presiden Jokowi Keliling Indonesia Timur Seruhkan Natal Sederhana

Perayaan Natal 2015 dan Tahun Baru tinggal menghitung hari. Presiden Joko Widodo meminta agar perayaan hari besar itu dilakukan secara sederhana.
"Tadi Presiden menyampaikan kepada warga yang akan menyambut Natal dan Tahun Baru, terutama tahun baru, untuk dirayakan secara sederhana, tidak berlebihan," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (16/12/2015).

Pramono menjelaskan, alasan permintaan Presiden itu agar memberikan contoh yang baik kepada warga dan tidak menimbulkan kecemburuan.

"Karena memang sekarang ini kita juga perlu memberikan keteladanan kepada semuanya bahwa perayaan bisa berjalan dengan baik tanpa harus berlebihan, terutama yang diselenggarakan oleh hotel-hotel, berbagai tempat. Mudah-mudahan ini juga tidak menimbulkan kecemburuan," katanya.

"Sekali lagi Presiden menekankan untuk perayaan dilakukan secara sederhana," tambahnya.

Pramono juga mengatakan, pemerintah telah memantau secara khusus jelang Natal dan Tahun Baru.

"Pemerintah juga telah memantau secara khusus, dan mudah-mudahan ibadah Natal akan bisa berjalan dengan baik, karena polisi telah mempersiapkan berbagai persiapan yang perlu dilakukan untuk antisipasi perayaan natal tersebut," kata politisi PDIP ini.

Presiden Jokowi pun akan melakukan lawatan selama satu minggu penuh ke wilayah Indonesia Timur. Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Sekkab Pramono Anung mengatakan, dalam rangka Natal, Presiden Jokowi akan meninjau beberapa wilayah di Indonesia bagian timur, seperti Kupang dan Papua. Kegiatan itu akan dilakukan selama satu minggu.

"Presiden merencanakan Natal dan Tahun Baru. Dalam rangka Natal presiden akan keliling ke Indonesia timur," kata Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (16/12/2015).

Namun, Jokowi dijadwalkan sudah kembali ke Jakarta sebelum Tahun Baru 2016.

"Sebelum Tahun Baru akan kembali ke Jakarta. Merencanakan 5-6-7 hari ke Kupang, Papua dan sebagainya," kata Pramono.

Tidak ada komentar: