Kamis, 02 Januari 2014

Penjara Guantanamo Potret Kesewenangan dan Kebencian AS pada Islam

Jurnalis Independen: Kesewenangan, kebencian sekaligus ketakutan pada ummat muslim dunia menjadikan pemerintah barat seperti Amerika Serikat membabi buta dalam menangkap setiap aktivis muslim, termasuk yang dilakukan pada muslim suku Uighur China.
Pihak berwenang Amerika Serikat akhirnya membebaskan sejumlah tahanan terakhir Muslim Uighur Cina pada awal 2014, setelah tertunda sekitar 5 tahun lamanya dari waktu yang ditentukan. Pemerintah Amerika telah menahan 3 orang tersebut selama hampir 10 tahun.

Departemen Pertahanan AS, Pentagon, mengumumkan akan mendeportasi 3 warga Muslim Uighur Cina ke Slowakia setelah mendapat persetujuan dari pihak berwenang Slowakia.

New York Times dalam pemberitaannya mengkritik langkah tersebut setelah sebelumnya militer AS telah memutuskan untuk membebaskan 3 tahanan ini sejak tahun 2003 lalu. Tercatat pengadilan AS juga telah mengeluarkan putusan yang menyatakan pembebasan 17 orang tahanan warga Uighur dari Guantanamo pada tahun 2008.

Pasukan AS telah menangkap 22 orang Uighur di Afghanistan atas tuduhan memiliki hubungan dengan al Qaeda dan Taliban.

Pemerintah AS beralasan bahwa proses pelepasan mereka yang telah dimulai sejak era mantan Presiden George W. Bush banyak terhambat karena mereka menolak untuk dikembalikan ke Cina, mereka takut dipenjara dan disiksa Pihak berwenang karena dianggap teroris.

Tercatat masih ada 155 tahanan yang kini berada di penjara Guantanamo.

Muslim Uighur merupakan etnis minoritas di Cina dan sebagian besar dari mereka beragama Islam dan berbicara bahasa Turki.(*)



Tidak ada komentar: