Senin, 07 Maret 2016

Megawati "Tak Restui" Ahok Jadi Gubernur Th 2017

Ketum PDIP Juga Tau Siapa Penjegal Pemerintahan Jokowi-Jk
Jurnalis Independen: Ada banyak yang kita ketahui setelah mengikuti Rakor bidang internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), 5/3/2016. Dalam sambutan pembukaan Rakorbid, program, harapan, keinginan telah disampaikan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI. Megawati juga berharap kadernya menjaga integritas individu demi menjaga citra partai sekaligus mengawal agar Indonesia bersih dari korupsi.


Bertempat di Kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta, Sabtu (5/3). Rakorbid itu dihadiri pengurus DPD PDIP dari 34 provinsi yang mengirimkan masing-masing enam orang perwakilan utama.

Selain selalu menyinggung sejarah panjang PDIP, Megawati juga mengatakan bahwa tersandungnya kader partai lantaran kasus korupsi, telah mengalihkan perhatian kader akan tugas mulianya mengurus politik dan mensejahterahkan rakyat.

"Saya kembali mengingatkan, semua kader harus menjaga integritas individu demi mewujudkan Indonesia antikorupsi sekaligus menjaga citra partai. Karena kesalahan pribadi kader berdampak buruk pada organisasi. Mengingat sejarah sulit PDI Perjuangan, saya harap bisa menjadi kontrol bagi kader agar berhati-hati dalam bertindak," kata Megawati.

Dilanjutkan Megawati, integritas juga bisa dibangun dengan bersandar pada sisi spiritualitas Pancasila yang berisi nasionalisme, kepentingan serta kecintaan pada rakyat.

Megawati bahkan sempat menyebut kasus-kasus korupsi menonjol di pusat dan daerah agar tidak boleh terulang kembali. Ditegaskannya, integritas dan moralitas kader Ini harus diperkuat mengingat tahun 2019 adalah masa transisi generasi kepemimpinan.

Terkait kepemimpinan, terutama di Daerah Khusus Ibukota Jakarta, yang pada 2017 mendatang akan melaksanakan pemilukada, pilgub penulis melihat intomasi politik sangat tinggi. Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok, dipastikan mencalonkan kembali, baikmelaluijalur independen ataupun partai. Pengajuan diri Ahok untuk kembali menjabat Gubernur DKI, banyak mendapat dukungan warga Jakarta. Buktinya, Ahok kini telah mengantongi sejuta dukungan berupa tandatangan.

Namun begitu, Ahok masih belum puas jika belum mendapat dukungan dari PDIP. Ahok berharap PDIP bisa menjadi tunggangannya melaju pilgup DKI 2017 nanti dengan imbalan salah satu kader PDIP dijadikan sebagai Wakil Gubernur DKI.

Harapan Ahok, lain pula harapan Megawati Ketum PDIP terkait pilgub DKI. Megawati diprediksi akan melawan "keangkuhan" Ahok yang kekeh menghendaki menjadi orang nomor satu di DKI. Sementara, Megawati hanya mau menggandeng Ahok di Pilgub DKI, jika Ahok menerima menjadi orang kedua alias sebagai wakil gubernur saja.

Sementara orang pertama yang menjadi jago sebagai pendamping Ahok, belum dimunculkan oleh Megawati. Ketum PDIP itu begitu sabar dan teliti hingga sulit diendus oleh lawan maupun kawan politiknya. Nama itu, masih tersimpan rapi di saku jaket merahnya. Kini calon Gubernur DKI itu masih menjalankan roda pemerintahan di daerahnya. Bakal calon Gubernur DKI periode 2017-2022 itu masih sibuk mengemban jabatannya sebagai seorang bupati di daerahnya.  

Terkait dengan kondisi Pemerintahan Joko Widodo- Jusuf Kalla yang dukungnya, Megawati sebagai politikus senior bukannya tidak tahu jika kader-kadernya yang sakit hati terus menggoyang pemerintahannya. Kader-kader sakit hati yang tidak mendapatkan jatah kursi di pemerintahan Jokowi-Jk, bersekongkol dengan banyak elemen menafikan keberhasilan roda pemerintahan dengan berbagai cara. Termasuk gaduh kabinet yang dilakukan oleh para menteri sendiri. Ada menteri yang loyal, tetapi juga ada pembantu presiden yang selalu melakukan huru hara terkait kebijakan presiden.


Tidak ada komentar: