Sabtu, 07 Juli 2012

"Sajadah Bid'ah" El Sajjadah Segera Membanjiri Pasaran



Sajadah Unik, Akan Menyala Terang Pada Saat Menghadap KiblatJurnalis Independen: Beginilah jika pendidikan tidak gratis alias mahal di negeri ini! Coba gratiskan pendidikan dan permudah serta fasilitasi riset dan pengembangan tehnologi. Jangan umbar omongan bid'ah, ini murni ilmu pengetahuan! Alas untuk shalat alias sajadah, yang biasa digunakan oleh sebagian besar dari 1,6 miliar umat Islam di dunia, kini hadir dengan lebih modern serta menjanjikan nilai keuntungan yang akan diraih oleh pencipta alat ini. Alas untuk shalat alias sajadah, yang biasa digunakan oleh sebagian besar dari 1,6 miliar umat Islam di dunia, kini hadir dengan lebih modern.


Seorang desainer Inggris, Soner Ozenc menyuntikkan inovasi baru ke dalam sajadah yang ia buat dengan menciptakan sajadah yang bisa menyala terang, yang akan menyala ketika menghadapi kiblat di Makkah, surat kabar Mashable melaporkan.

EL Sajjadah - yang "EL" adalah singkatan dari Electro Luminescent dan sajjadah, bahasa Arab untuk sajadah, menggabungkan kompas digital yang membantu menerangi dalam mencari araha Makkah.

"Saya ingin merancang sesuatu yang baru, tapi saya datang ke titik di mana saya perlu menambahkan fungsi untuk proyek ini," kata Ozenc kepada Mashable. "Kemudian saya datang dengan ide sajadah bercahaya."

EL Sajaddah tidak hanya fungsional, tetapi berseni, karena bisa digantung di dinding rumah pemiliknya. Desain karpet ini didasarkan pada seni vektor kontemporer, dengan terinspirasi oleh Masjid Biru di Turki. Dasarnya adalah hitam - bermotif berwarna hijau - dan bisa memancarkan cahaya.

Sajadah unik ini telah dipamerkan di Turki, Kuwait, Australia, Inggris, Korea Selatan, dan Jepang. Museum of Modern Art di New York memamerkan EL Sajjadah tahun lalu sebagai bagian dari pameran berjudul “Talk to Me: Design and the Communication Between People and Objects.”

Ozenc, yang memulai proyeknya enam tahun lalu, belum menerima kritik negatif terkait konsepnya mengenai penggunaan teknologi dealam praktik keagamaan tradisional.(mnt/emi/aby)

Tidak ada komentar: