Senin, 06 November 2017

Papers Paradise Hikmah atau Prahara Bangsa Indonesia

Jurnalis Independen: Penyembunyian kekayaan Warga Bangsa Indonesia, bukanlah rahasia. Terkait pengungkapan Dokumen Paradise Papers, bagi yang melek sedikit informasi, berita itu tidaklah mengejutkan.


Indonesia dikenal sebagai negara dengan tingkat korupsi menggila sejak bercokolnya rezim Ordebaru. Sejak kejatuhan Presiden Pertama Republik Indonesia, kekayaan alam negri ini telah berpindah tangan kepada asing. Lantaran penjualan Sumber Daya Alam tanpa perhitungan matang dan sebagai imbal balik atas tergulingnya dan di dapuknya Soeharto sebagai Mandataris MPR, kekayaan alam negeri ini berpindah kepada Amerika dan sekutunya. Disaat itulah, tumbuh subur industrialisasi, yang diiringi dengan tragedi suap, korupsi, KKN dan sejenisnya.

Memang, tidak dipungkiri. Sejak jaman itu, pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan mengalami peningkatan. Namun, demikian pula sikap rakus para penguasa dan kroni-kroninya, membuat negeri ini menggali kubangan hutang yang hingga hari ini belum juga terlunasi.

Kali ini, sebuah dokumen telah dirilis oleh pihak media luar negeri dan membuka tokoh-tokoh negeri ini yang memiliki simpanan dan bisnis bebas pajak dengan nilai yang fantastis. Padahal modal usaha mereka disinyalir hasil dari korupsi berjamaah puluhan tahun dari Bangsa Indonesia. Berikut adalah kutipan berita yang telah banyak mengiasi media media di tanah air.  

Sebuah penyelidikan investigatif terbaru diungkap ke publik minggu ini. Diberi nama Paradise Papers, penyelidikan tersebut menelisik keterlibatan pebisnis papan atas, pimpinan pemerintahan, tokoh dalam bidang politik, global dan hiburan dalam hal menyembunyikan kekayaan mereka demi menghindari pajak.
Sama halnya dengan Skandal Panama Papers yang diungkap tahun lalu, dokumen itu diperoleh oleh surat kabar Jerman Süddeutsche Zeitung, yang kemudian meminta International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) atau Konsorsium Jurnalis Investigatif untuk melakukan penyelidikan.
Pengungkapan ini juga menyeret beberapa nama orang Indonesia. Dilansir dari laporan bocoran ICIJ, Senin (6/11/2017) setidaknya ada tiga nama yang turut masuk yakni politikus Prabowo Subianto, dan anak mantan Presiden Soeharto, Tommy dan Mamiek Soeharto.
Dalam laporan Paradise Papers tersebut disebutkan Tommy dan Mimiek Soeharto sudah membentuk perusahaan cangkang di zona bebas pajak lewat bendera Humpuss Group. Tommy, yang kini menahkodai Humpuss Group, pernah menjabat sebagai direktur dan bos dari Asia Market Investments.
Perusahaan tersebut ternyata memiliki alamat yang sama dengan perusahaan lain yakni V Power Corp. Menurut catatan Securities and Exchange Commision, Tommy memiliki saham di perusahaan mobil mewah Italia Lamborghini di bawah V Power Corp.
Lebih lanjut data dari Appleyby, firma hukum di Bermuda, mengungkap adanya kerja sama dari anak perusahaan Humpuss dengan NLD, sebuah perusahaan periklanan billboard Australia.
Menurut laporan setempat pada 1997, perusahaan patungan itu membuat Tommy Suharto dan mitranya dari Australia mendirikan bisnis papan reklame pinggir jalan di Negara Bagian Victoria, Australia, Filipina, Malaysia, Myanmar dan Cina. Perusahaan itu ditutup di Bermuda pada 2003 dan dicatat di Appleby sebagai "pengemplang pajak."
Sementara Mamiek disebutkan adalah wakil presiden Golden Spike Pasiriaman Ltd dan pemilik dan pimpinan Golden Spike South Sumatra Ltd. Ia menjalankan perusahaan bersama Maher Algadri, eksekutif Kodel Group, salah satu konglomerat terbesar Indonesia zaman Soeharto.
Nusantara Energy dan Prabowo Subianto
Dalam laporan ICIJ, Prabowo disebutkan sebagai direktur dan wakil ketua Nusantara Energy Resources, perusahaan yang didaftarkan di Bermuda. Perusahaan yang terdaftar pada tahun 2001 terdaftar sebagai "debitur yang buruk," menurut catatan Appleby dan ditutup pada tahun 2004.
Perusahaan Singapura yang juga bernama Nusantara Energy Resources sekarang menjadi bagian dari Grup Nusantara.
Meski demikian, saat dikonfirmasi Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon membantah bila Prabowo hendak mengemplang pajak. Nusantara Energy Resources didirikan pada 2001 sekadar untuk adminstrasi bisnis serta tidak aktif sejak didaftarkan ke otoritas Bermuda.

"(Nusantara Energy) adalah perusahaan satu dollar," kata Fadli. Wakil Ketua DPR RI ini mengakui ada politikus Indonesia terlibat dalam Nusantara Energy Resources, yang awalnya didirikan untuk eksplorasi minyak dan gas. Fadli tidak mengetahui detail peran beberapa politikus Indonesia itu dalam bisnis offshore milik patron politiknya.
Hal yang sama juga didapat saat mencoba mengkonfirmasi ke pihak Tommy Soeharto. BBC melaporkan, pengacara Tommy menolak untuk berkomentar. Tindakan serupa juga dilakukan sumber BBC di Humpuss Group.
Dilansir dari The Guardian, detail mengenai informasi tersebut ada dalam 13,4 juta dokumen. Sebagian besar arsip itu memberi informasi mengenai cara-cara picik perusahaan papan atas dunia menyembunyikan kekayaan mereka sebenarnya.
Nama Sandiaga Uno Masuk?
Nama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno juga masuk dalam laporan Paradise Papers. Dikutip dari TEMPO, Sandiaga Uno mengakui pernah memiliki saham di perusahaan offshore lain yang tercatat dalam Paradise Papers: N.T.I. Resources. Meski demikian ia meyakinkan sudah tidak terkait dengan perusahaan di bidang eksplorasi migas tersebut.
"Itu bukan perusahaan cangkang, melainkan sudah go public di bursa saham Kanada," kata Sandiaga. 

Wagub DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno berada usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (14/7). Sandiaga Uno diperiksa sebagai saksi kasus korupsi pembangunan rumah sakit pendidikan khusus penyakit infeksi. (Liputan6.com/Helmi Afandi)
Publikasi Paradise Papers dilakukan oleh lebih dari 380 wartawan dan menghabiskan waktu selama 1 tahun lamanya. Mereka menyisir berbagai data yang didapat dari 70 tahun silam. Penemuan Paradise Papers ini sangat mengejutkan, apalagi ditengah ketimpangan pendapatan global yang makin meningkat.
Fakta mencengangkan lain Paradise Papers
Berikut beberapa fakta mengejutkan yang diungkap dalam Paradise Papers:
1. Dana jutaan pound dari kekayaan real estate Ratu Inggris telah diinvestasikan dalam dana Cayman Islands. Sebagian dari uang ini disalurkan ke pebisnis ritel yang diduga banyak mengeksploitasi keluarga miskin dan tidak berada.
2. Berbagai persetujuan tersembunyi dari anggota kabinet, penasehat dan donatur Donald Trump. Termasuk diantaranya pembayaran substansial dari perusahaan yang dimiliki bersama oleh menantu Vladimir Putin kepada perusahaan logistik milik Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross.
3. Facebook dan Twitter mendapat investasi ratusan juta dollar yang bersumber dari institusi finansial milik pemerintah Rusia.
4. Menteri Keuangan dibawah pimpinan Justin Trudeau mengelola lembaga Cayman Islands yang digunakan untuk menghindari pajak.
5. Berbagai skema penghindaran pajak yang dilakukan oleh perusahaan multinasional seperti Nike dan Apple.
6. Cara-cara picik yang dilakukan oleh nama-nama besar di industri film dan TV untuk melindungi kekayaannya dengan menempatkan uangnya secara off-shore.

Catatan Penulis: Dan yang memberikan kebebasan pajak adalah yahudi. Sekarang di bongkar hanya untuk menimbulkan kekacauan.

Percayalah.... tapi tetap waspada. Itu memang ada. Namun tujuan mereka agar kita lengah sementara meteka meraik kuasa dan mencipta konflik antar anak bangsa.(JI)


x

Tidak ada komentar: