Senin, 29 Desember 2008

Marilyn Monroe Sebelum Mati, Monroe Kencani Tokoh-tokoh Dunia


Jurnalis Independen: Marilyn Monroe merupakan aktris Hollywood paling terkenal abad ke-20. Sepanjang kariernya, dia bekerja dengan sangat serius hingga men capai sebuah kesuksesan. Di tengah gelamour kehidupannya, Marilyn harus menelan kekecewaan. Kematian yang menyisakan misteri digolongkan sebagai aksi bunuh diri. Namun beberapa orang berspekulasi bahwa dia dibunuh.


Kedekatannya dengan Presiden AS John F. Kennedy semasa hidupnya memancing kecurigaan akan adanya konspirasi di keluarga Kennedy yang menyebabkan kematian Marilyn. Hingga kini Marilyn tetap diingat sebagai symbol seks dan namanya kian berkibar bersamaan dengan kematiannya. Marilyn menduduki peringkat 9 menurut majalah Forbes sebagai artis
termasyur pasca kematiannya. Dan kalau kita mengatakan popularitas adalah sebuah simbol kesuksesan, ada kisah menarik yang patut kita simak dari perjalanan hidup seorang Marilyn
Monroe. Dia bukan sekedar sosok legendaris
tapi juga sensasional.

“Sangat menakutkan menjadi seorang bintang, orang-orang akan mencintai kamu tanpa mengetahui sesuatu dengan benar dan mereka akan membencimu dengan cara yang sama” “Tidak ada sesuatu yang manis, dimana mendapatkan sesuatu dibalik celana laki-laki dan tidur dengan pria paling menarik sekalipun tanpa mendapatkannya secara emosi” “…Aku telah gagal sebagai wanita”. (Marilyn Monroe)

Meski memainkan peran-peran kecil, nama Monroe makin terkenal karena keahlian dan keseriusannya memerankan berbagai film. Tak puas bermain film, Monroe kemudian menjajaki peran komedi. Kecantikannya serta penampilannya di layar lebar, kontan kian melambungkan namanya sebagai artis paling popular di era 50an dan awal 60an.

Pada tanggal 14 Januari 1954, ia menikah lagi dengan Joe D’maggio. Pernikahan ini kembali menuai kegagalan. Pada Juni 29, 1956, Monroe kembali menikah dengan seorang pemain teater bernama Arthur Miller. Kali ini di pernikahannya yang ketiga ini, Monroe sengaja merahasikannya dari publik. Dan seperti diprediksi sebelumnya, pernikahan ketiga Monroe kandas di tengah jalan.

Belakangan Marilyn Monroe melakoni beberapa peran serius yang cukup sukses. Namun begitu, ia tidak sempat memperoleh Academy Award sebagai pengakuan dirinya sebagai aktris “serius”. Hanya Golden Globe yang pernah diraihnya lewat film The Misfits pada tahun 1961 yang ternyata menjadi film terakhir yang ia selesaikan.

Kendati demikian Marilyn Monroe menjadi inspirasi bagi banyak musisi dalam berkarya misalnya Elton John yang menciptakan lagu “Candle in the Wind (1974)” maupun grup rock Def Leppard yang mendedikasikan lagu mereka “Photograph” dari album mereka “HYSTERIA” (1981) untuk sang legenda. Sampai saat ini salah satu ikon pop yang paling dikenal dunia adalah sosok Marilyn yang berdiri diatas saluran udara subway dengan rok yang terkembang.

Meski masa kecil Monroe tidak ideal dan ia harus berpindahpindah keluarga asuh. Marilyn akhirnya berhasil membuktikan kemampuannya. Terbukti dari film-filmnya, salah satunya yaitu Gentlemen Prefer Blondes yang memancing pujian kritikus. Dan layaknya seorang legendaris, sosok Marilyn menjadi sesuatu yang iconic. Rambut pirangnya yang bergelombang, dan lipstick merahnya menjadi suatu trademark.

Beberapa adegannya di beberapa film yang paling memorable sepanjang masa salah satunya adalah adegan di mana rok Marilyn tertiup angin dari bawah di film The Seven Year Itch. Adegan itu banyak ditiru di budaya pop dari jaman ke jaman.

Dalam karirnya di Hollywood Marilyn Monroe membintangi kurang lebih 30 film, 24 diantaranya dibintangi dalam 8 tahun pertama karirnya di dunia film. Dan selama hidupnya Marilyn Monroe telah mendapatkan semuanya yang diinginkannya, kecantikan, popularitas dan kekayaan.

KONSPIRASI PEMBUNUHAN MONROE-KENNEDY
Sejak keterlibatannya di dunia entertain, permasalahan yang
menyangkut karir maupun kehidupan pribadinya kerap menjadi permasalahan rumit. Kehidupan Marilyn Monroe berakhir mengenaskan. Dia ditemukan tewas dalam keadaan telanjang di rumahnya di Los Angeles. Kematian Monroe diduga akibat overdosis. Memang kematian aktris legendaris Marilyn Monroe, pada usianya 36 tahun, tepatnya 5 Agustus 1962 silam masih menyimpan misteri. Kematiannya menimbulkan spekulasi dan teori yang mengarah kepada konspirasi.

Berbagai teori konspirasi menyangkut kematian Marilyn masih menjadi pokok pembahasan khususnya bagi para penggemarnya mulai dari keterlibatan keluarga Kennedy yang membunuh Marilyn sampai teori bahwa Marilyn Monroe dibunuh oleh mafia.

Diakui sahabat Marilyn, Jane Russel bahwa kematian misterius itu bukanlah peristiwa bunuh diri, melainkan ada trik-trik kotor yang dimainkan dalam hidup mendiang Marilyn. Bunuh diri bukanlah sesuatu yang lazim dilakukan oleh seorang Marilyn Monroe.

“Dia bukan gadis pirang yang bodoh. Bahkan sebelum meninggal, dia berencana menikah kembali dengan suami keduanya, Joe DiMaggio. Selain itu, dia juga mempunyai kontrak untuk film terbarunya.” Katanya. Beberapa fakta menyebutkan Monroe tewas dibunuh adalah ketika dia tengah menjalin kedekatan dengan Presiden Amerika Serikat John F Kennedy.


Kabar kedekatan Monroe dan Kennedy memang bukan rahasia umum. Rupanya kedekatan Monroe dan Kennedy membuat banyak pihak geram. Beberapa pihak yang diduga bertanggung jawab atas kematian Monroe dan Kennedy adalah keluarga Kennedy dan tentu saja pemerintah Amerika, FBI dan CIA.

Berdasarkan data yang dikeluarkan seorang anggota FBI dari divisi intelejen dalam negeri menyebutkan, sebelum tewas, seorang informan FBI dari Mexico menyebutkan Monroe sempat menghadiri makan siang di kediaman Petrus Lawford dengan Presiden Kennedy.

Sementara sebelumnya pada Pebruari, Monroe terlihat berada di sebuah hotel terkemuka bersama Frederick Vanderbilt, Seorang pialang kereta api terkemuka. Mereka diketahui sedang asik minum sampanye. Namun laporan FBI menyebutkan, pembicaraan Monroe dan Frederick bukanlah pembicaraan biasanya. Diduga keduanya sedang mendiskusikan hal-hal yang menyangkut keamanan negara. Seperti diketahui Frederick selain pengusaha, ia juga anggota sayap kiri.

Sejauh ini laporan FBI menyebutkan Monroe terlibat dalam konflik politik. Selain menjalin hubungan dengan Presiden John F. Kennedy, dia juga memiliki hubungan dekat dengan Robert, seorang Jaksa agung.

Bukan itu saja, Monroe juga ditengarai menjalin hubungan dengan pemimpin-pemimpin bangsa. Tak ayal, hal ini melibatkan skenario berbahaya bagi dirinya maupun orang-orang terdekatnya. Monroe dituding sebagai agen ganda. Tak heran jika langkah Monroe dihentikan. Dia dibunuh secara tragis. Sebelum meninggal, dia dipaksa menelan racun yang sudah dicampur pil tidur.

Kini, sudah 46 tahun setelah kematian tragis Monroe, kematiannya masih menyimpan misteri. Kematian Monroe Yang misteri ini menjadi salah satu peristiwa tragis abad 20. ��nov/
berbagai sumber

Monroe Tewas Dibunuh Atau Bunuh Diri?
SEBELUM meninggal, Monroe pernah berdiskusi soal bunuh diri dengan temannya sesama artis, Jeanne Carmen. Kepada Carmen dia mengaku ingin bunuh diri. Monroe berkata, “Jika aku mati, aku akan berpakaian baju tidur warna putih. Saat itu aku akan meminum pil sangat banyak dan pergi tidur.” Dikatakan Carmen, Monroe ingin mati dalam kondisi bersih dan rapi. Sebelum mati, ia ingin bermake up dulu dan merapikan rambutnya.

Kata-kata Monroe akhirnya menjadi kenyataan. Pada 5 Agustus 1962, bintang film itu ditemukan tewas di kamarnya dalam keadaan telanjang. Hanya saja, kematian Monroe tak sesuai dengan kata-katanya. Bintang panas itu tewas dengan posisi telungkup. Dia mati tanpa mengenakan make up, tidak seperti keinginannya. Bahkan wajahnya terlihat sangat tua. Rambutnya tidak teratur. Menurut laporan otopsi, kematian Monroe disebabkan obat tidur yang dikonsumsi terlalu banyak sehingga mempengaruhi pencernaannya.

Ahli bedah otopsi Dr. Thomas Noguchi mengatakan kematian Monroe murni bunuh diri. Sementara penggemar Monroe menilai kematian Monroe, Bukanlah kematian biasa. Kematian aktris era 50an itu. Disebabkan oleh kecelakaan yang disengaja alias dibunuh.

Sebelum mati, Monroe diduga telah disuntik oleh cairan yang mematikan. Adapun pil tidur yang berada di dalam tubuhnya hanyalah motif menghilangkan bukt. Memang, semenjak kehidupan Monroe berantakan –bercerai dengan suamisuaminya, dia sering mengalami depresi.

Hal ini juga diperkuat dengan laporan polisi dan staff pemeriksa mayat yang menemukan banyak obat atau racun di rumah Monroe. Sebuah dokumen forensik menyebutkan, mayat Monroe tidak dipindahkan semenjak ia tewas usai menelan butirbutir pil mematikan. Ini artinya Monroe tidak dibunuh. Karena di sekitar ruangan tidak ditemukan tanda-tanda orang masuk.

Kendati tidak ditemukan tanda-tanda mencurigakan, namun banyak pihak meragukan kematian Monroe akibat salah minum obat. Beberapa pihak meyakini kematian Monroe diduga melibatkan orang-orang berpengaruh di pemerintahan. Kalau pun Monroe mati dibunuh, tentu pelakunya sangat professional, seperti halnya pelaku pembunuhan John F Kennedy yang sampai sekarang masih tanda tanya.��nov

Marilyn Monroe lahir pada 1 Juni 1926. Ia terlahir dengan nama Norma Jeane Mortenson Baker, tepatnya di Los angeles, California. Ibunya bernama Gladys Pearl Monroe. Ayah kandungnya tidak pernah diketahui keberadaannya.

Selama bertahun-tahun Martin Edward Mortenson, suami kedua Gladys diakui sebagai ayah Marilyn. Bagaimana juga, siapapun ayahnya, mereka tidak pernah berperan dalam perkembangan Marilyn.

Secara mental dan materi, Gladys tidak mampu menjaga dan memelihara Monroe. Ia lantas menitipkan anaknya ke Albert dan Ida Bolender Hawthorne, California, sebagai orang tua angkat hingga usianya mencapai 7 tahun. Diceritakan Monroe, ibunya mengalami tekanan berat alias depresi. Ia (ibunya) sering “menjerit dan tertawa” sendirian. Hingga akhirnya sang ibu dibawa ke rumah sakit Norwalk.

Setelah kejadian itu, Monroe dirawat sahabat ibunya, Grace McKee. Setelah McKee menikah pada tahun 1935, Monroe dikirim ke rumah yatim piatu, Hollygrove. Selama berada di rumah yatim piatu, serangkai kejadian dialami Monroe.

Pada saat bersamaan Monroe mengenal James Dougherty. Di usia yang masih belia, Monroe memutuskan untuk menikah. Namun Monroe mengaku selama menikah, dia tak pernah merasakan menjadi seorang istri. Bahkan, Monroe sangat Menikmati bermain bersama anak-anak di lingkungannya. Dan perkawinan itu hanya bertahan sampai 1946 manakala Monroe memutuskan untuk mengejar impiannya.


POSE PERTAMA MONROE DI PLAYBOY
Setelah bercerai, Monroe mulai memasuki Hollywood. Tepatnya perang dunia II, Monroe memulai karirnya di sebuah perusahaan radio milik actor Hollywood bernama Reginald Denny. Saat itu dia bekerja sebagai pembersih pesawat dan pemeriksa parasut angkatan perang. Suatu hari seorang fotographer bernama David Conover sedang memotret pekerjaan Monroe untuk sebuah majalah YANK.

Rupanya hal ini menarik perhatian David. Dia melihat sosok Monroe memiliki bakat sebagai model. Sejak itu Monroe dikontrak untuk sebuah pemotretan. Dari situlah dia mulai meniti karir keartisannya. Dia mulai mendaftarkan diri ke sebuah kelas drama dan musik.

Dalam waktu singkat, nama Monroe mulai menarik perhatian para pencari bakat. Tahun 1946, dia didatangi Ben Lyon, pencari bakat. Setelah diajak mengikuti testing untuk rumah produksi 20th Century Fox, Monroe kemudian ditawari sebuah kontrak 6 bulan dengan gaji awal 125 dollar perminggu. Saat itu Lyon mengusulkan Monroe mengadopsi nama Marilyn (yang diambil dari nama aktris terkenal Marilyn Miller).

Rupanya nama Marilyn cukup membuat dirinya melambung. Pada usia 20 tahun, tak pelak nama Jeane Mortenson dirubah menjadi Marilyn Monroe. Monroe membuktikan bahwa dia mampu bermain film. Pada tahun 1947, debut pertamanya berhasil dirilis, yakni Scudda Hoo! Scudda Hay! and Dangerous Years.

Sejak itu ia memulai karirnya sebagai model untuk pakaian renang. Dan pada tahun 1947 memulai karirnya sebagai artis papan atas Hollywood. Pada tahun berikutnya, Monroe kembali ke dunia modeling. Pada waktu itu Monroe ditawari sebuah majalah untuk tampil bugil. Majalah tersebut berani membayar mahal.

Tanpa pikir panjang, Monroe menerima tawaran tersebut. Itulah kali pertama Monroe berpose telanjang di majalah bernama Playboy –dengan tampilan kala itu hitam-putih. Dan majalah Playboy menjadi satu-satunya majalah yang berani menampilkan sosok wanita berpose telanjang. Karuan saja hal ini menjadi isu santer di dunia hiburan. Lambat laun majalah Playboy mulai banyak diperbincangkan dengan tampilan seronok Monroe.

Sejak penampilannya berpose bugil di Playboy, banyak tawaran main film datang padanya. Tahun 1948, Monroe kembali dikontrak oleh Columbia Picture. Kala itu dia memerankan Ladies of the Chorus.

Inilah awal kebangkitan artis muda tersebut. Berbagai tawaran main film mulai berdatangan. Darryl F. Zanuck, wakil presiden 20th Century Fox melihat potensi Monroe di dunia hiburan sangat terbuka. Monroe kembali dikontrak. Hampir setiap tahun Monroe terlibat dalam pembuatan film. Tahun 1949 Monroe berperan di film Love Happy, All About Eve dan The Asphalt Jungle (1950). Disunting dari tabloid Aji

3 komentar:

ietha mengatakan...

wanita yang hanya mengejar dunia. matinya pun tidak lebih bagus dari kucing.

rian lennon mengatakan...

lihat sisi baiknya mbak

Lilysue mengatakan...

sya meminati dan mengkagumi dirinya sebagai artis.....i really admire her