Jumat, 15 Agustus 2008

Hak Angket



Hak Angket
Perjuangan Pro Rakyat atau Pribadi

Fraksi di DPR –RI berebut menjadi ketua Pansus Hak Angket. Perebutan antar fraksi di Senayan Jakarta, untuk menduduki posisi ketua layak mendapat perhatian. Perebutan ini mengindikasikan ketidakseriusan wakil rakyat dalam memperjuangkan hak rakyat. Hal ini tercermin dari statemen Arbi Sanit.
Selain itu, sikap mendukung sebagian anggota dewan untuk melakukan hak angket cenderung menipu rakyat. Dukungan mempersoalkan kebijakan pemerintah terkait kebijakan migas, lebih didasari oleh mendekatnya pemilu 2009. Selain itu, mesin-mesin politik di Senayan ingin menghindari amukan mahasiswa.
Wakil rakyat yang duduk disenayan ini mengkhawatirkan bersatunya masyarakat dengan mahasiswa bila mereka tidak menindaklanjuti hysteria massa. Kepanikan masyarakat tentang tingginya harga BBM dikhawatirkan memicu didudukinya gedung dewan di senayan. Karenanya, mau tidak mau dewan akan tetap merespon kepanikan rakyat dengan menggelar hak angket. Disisi lain, pemerintah merasa dikhianati oleh anggota dewan yang telah menyetujui kenaikan harga BBM, lantaran melonjaknya harga BBM di luar negeri.
Bergulirnya hak angket terkait kebijakan migas pemerintah SBY, menjadi harapan seluruh lapisan masyarakat. Masyarakat, khususnya mahasiswa akan tetap terus berjuang agar pemerintah menurunkan kembali harga BBM yang kini membuat rakyat negeri ini hidup semakin terpuruk.
Bila politikus yang ada Senayan ini mau jujur, hak angket akan menjadi kunci untuk mengurai benang kusut persoalan BBM negeri ini. Selama ini kebijakan pemerintah yang berkaitan erat dengan BUMN bernama Pertamina ini penuh tanda Tanya. Misteri kebijakan migas pemerintah serta tertutupnya managemen Pertamina laksana lingkungan istana siluman.
Tersimpul dari uraian Arbi Sanit, carut marutnya komposisi pansus hak angket, setali tiga uang dengan problema perminyakan negeri ini. Ia menyayangkan bila nanti pansus akan membahas masalah-masalah yang tidak relevan dengan tugas pokok dari pansus sendiri. Pansus pada akhirnya akan membahas persoalan-persoalan tehnis dan non tehnis yang tidak ada hubungannya dengan benang kusut perminyakan kita. Lebih lagi bila dihubungkan dengan makin dekatnya pemilu 2009. waktu dan dana akan banyak terbuang hanya untuk membahas yang tidak substansial dari persoalan yang sebenarnya.
Seharusnya pansus bekerja lebih keras lagi untuk membongkar dan menyelidiki soal migas ini dari hulu sampai hilir, demikian kata Azwar Anas anggota dari fraksi Kebangkitan Bangsa. Fraksinya beserta fraksi dari PDI-P yang paling getol mengusulkan hak angket menginginkan persoalan migas ini diperjuangkan oleh anggota pansus lintas partai tersebut untuk menemukan solusi yang tepat. Agar kelak kemudian hari tidak akan terjadi pengambilan keputusan pemerintah yang menyengsarakan masyarakat terkait migas ataupun energi secara umum.
Penyelidikan oleh ahli layak dilakukan. Semua pihak harus bekerja sama untuk menuntaskan permasalah tersebut. Target-target penyelidikan harus diketahui oleh publik. Walau pada proses penyelidikannya secara tertutup, namun tetap dibawah sumpah.
Diusulkan pula, secepatnya anggota pansus untuk mengumpulkan para ahli yang akan terlibat dalam penyelidikan kasus migas ini. Juga akan dibocarakan hal-hal yang terkait dengan dana yang ditimbulkan akibat dari turut sertanya para ahli yang dibutuhkan. Dananya, dimasukkan menjadi satu dan diusulkan kepada ketua pansus.
"Pansus harus cepat menyeleksi team-team ahli yang dibutuhkan untuk mendukung data. Mulai dari ahli perminyakan, ekonomi dan ahli hukum", jelas Azwar.
Abdullah azwar Anas menambahkan, agar pengamat, politisi dan pres turut memantau kinerja pansus. Dengan demikian kinerja pansus tetap lurus seperti yang diharapkan semua pihak.***

Selasa, 05 Agustus 2008

AS & Sekutu, Datang, Menantang Perang



Jurnalis Independen: Afghanistan, merupakan contoh lain yang hingga kini masih mampu memberikan banyak pelajaran bagi manusia di dunia. Penyerangan AS dan sekutunya disaat negeri ini berhasil melepaskan diri dari salah satu tangan gurita Dajjal bernama Uni Sovyet.

Dajjal, Tipu Daya & Konspirasi




Dajjal, Tipu Daya & Konspirasi Mengapa Srebrenica dibiarkan jatuh di depan mata pasukan PBB, lalu ribuan warga muslim dibantai tentara Serbia? Karadzic akan mengungkap deal rahasia di balik jatuhnya Srebrenica.

Jumat, 01 Agustus 2008


Kata AS di negeri ini sarang teroris. Tetapi aku bilang, bahwa di negeri ini gudang Mujahiddin. Yaitu tempat pejuang yang hanya tunduk kepada Sang Pencipta Sejati. Yang membuat hatiku sedih, banyak pemimpin di negeri ini yang takut bila dikatakan tidak Demokrasi dan melanggar HAM. Padahal dua kata tersebut hanyalah sampah yang hanya mengotori jiwa dan pikiran kita saja. Lebih parahnya, banyak masyarakat awam mudah diracuni oleh slogan Freemasonry Yahudi. Bila tak cepat mengganti pemimpin negeri ini, maka Biduk Nusantara akan lenyap dari peta dunia. Sadarkah saudaraku......

Istri adalah matahari dalam rumah tangga. Karenanya carilah sesuai selera jiwa. Agar jangan menyesal kelak kemudian hari. Dengan bertingkah dengan mencari WIL atau bahkan merendahkan selera dengan berlaku seperti Ryan sang jagal HOMO dari Tembelang Jombang. contohlah aku yang mencari jodoh hingga melongok ke surga untuk mendapatkan sang bidadariku.


Menikah, bukan sebuah permainan dadu! Tetapi mencari belahan jiwa yang ditebar di dunia. Carilah, sahabat.... walau butuh waktu, namun jangan lupa berdoa agar tidak salah mendapatkan belahan jiwa....... okey....

Gubernur Wanita Pertama Indonesia



Gubernur Wanita Pertama

Khofifah Indar Parawansah
Pilkada Jatim telah usai setengah putaran. Setengah putaran sisanya, masih belum ditentukan, kapan akan dilaksanakan oleh KPU Jatim.
Pilkada Jatim 2008, diikuti oleh lima pasangan cagub dan cawagub. Diantara lima pasangan itu, satu-satunya peserta wanita adalah Khofifah Indar Parawansah. Wanita yang pernah menjadi menteri pada kabinet pemerintahan Gus Dur.
Nama Khofifah menjadi menarik untuk dibicarakan, sebab pemilik cagub no I ini, terlihat tidak lazim. Pasangan Khofifah-Mudjiono (KAJI) hanya didukung oleh partai gurem. Partai-partai yang mendukungnya antara lain, Patriot, PKNU, PPP,
Pada kenyataannya, dalam pilkada yang diselenggarakan (23/7), KAJI mengungguli pasangan SR, SALAM, maupun ACHSAN. Setelah dilakukan penghitungan, terutama oleh LSI, perolehan suara KAJI berkisar pada angka 25%.
Angka ini sungguh mengagetkan masyarakat. Terutama bagi masyarakat pendukung SR. diatas kertas, pasangan SR terlihat lebih mapan dari pada KAJI. Namun kenyataan, membuat banyak mata terbelalak.


Sudah Diramalkan
Pilkada putaran kedua, harus dilakukan. Karena pada putaran sebelumnya, kelima pasangan tidak memenuhi syarat untuk keluar dan disebut sebagai pemenang. Alasannya, tak ada kontestan yang mendapatkan suara lebih dari 30 %. Oleh karena itu, putaran kedua harus segera dilaksanakan oleh KPU Jatim, walau konsekwensinya pihak penyenggara harus menyediakan dana yang tidak sedikit.
Walau putaran kedua pilkada Jatim belum dipersiapkan, tetapi aroma kemengan pasangan Khofifah-Mudjiono telah tercium dengan sangat kuatnya. Kemenangan pasangan ini, seolah membenarkan adanya sinyalemen yang pernah dikatakan seorang tidak terkenal asal Jember. Orang tersebut bernama Mbah Jenggot.
Menurut Mbah Jenggot, negeri ini, tidak akan berubah menjadi lebih baik, bila tidak didahului dengan munculnya seorang pemimpin wanita di Jatim. Masih menurut lelaki uzur yang pernah ditemui di halaman Universitas Merdeka Surabaya ini bahwa wanita tersebut merupakan kader muslimat dan seorang tokoh yang cerdas.
Bila ditilik dari sisi kepercayaan "islam ortodok", pemimpin wanita masih dianggap tabu untuk memimpin sebuah wilayah administrasi. Namun hal itu bukan menjadi pokok bahasan kali ini. Tetapi pokok bahasan kali ini adalah munculnya seorang tokoh wanita yang menjadi tonggak sejarah bangkitnya negeri Nusantara menuju kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih mapan dari pada sebelumnya.
Diharapkan, kenyataan ini bukan sekedar harapan kosong seperti selama ini. Sebab, bila menilik pendukung KAJI yang heterogen, jangan-jangan justru akan menjadikan khususnya wilayah Jatim menjadi ajang mafia yang akan melegalkan segala bentuk usaha.
Bukan tidak mungkin, para pendukung Khofifah akan meminta balas jasa untuk menduduki jabatan strategis dalam pemirintahan, khususnya bidang usaha tertentu yang justru mengakibatkan kesengsaraan masyarakat semakin bertambah parah.
Walau kita ketahui, selain Hasyim Musadi, ada tokoh-tokoh dengan track record hitam yang mendukung Khofifah Indar Parawansah. Tokoh-tokoh tersebut, sepertinya memiliki agenda tertentu. Agenda itu adalah untuk mencari keuntungan pribadi dan golongan yang sangat kental.
Terlepas dari itu semua, kenyataannya pasangan Khofifah-Mudjiono terlihat mantab melaju menuju Jatim I dan Jatim II, mengubur harapan pasangan lainnya termasuk pasangan KARSA yang memiliki orientasi sosial dan kesejahteraan masyarakat Jatim sangat jelas.
Melajunya KAJI menuju Grahadi, ternyata tak terbendung oleh siapapun. Hal ini bisa terjadi karena, Khofifah memiliki aura pemimpin yang sangat jelas dan terang benderang. Sebab itu, sudah bisa dipastikan bahwa periode mendatang (2008-2013), gubernur Jawa Timur adalah seorang wanita. Dan wanita itu bernama Khofifah Indar Parawansah.***