Selasa, 31 Desember 2013

Tahun 2014....Indonesia Membara

Jurnalis Independen: Spiritual Ki Kusumo angkat bicara soal apa saja yang akan terjadi di tahun politik nanti, sementara spiritualis asal Kediri mengingatkan langit diatas negeri ini berwarna merah membara, pertanda api siap membakar negeri ini.

Gus Dur Berwasiat Larang Foto Dirinya Digunakan PKB

Jurnalis Independen: Beberapa waktu sebelumnya, istri mendiang Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid, telah gembar-gembor akan mensomasi partai dan para caleg (calon legeslatif) yang menggunakan foto mantan Presiden RI ke 4 itu digunakan sebagai background kampanyenya.

Stempel Teroris Jenderal Sisi pada Ikhwan Gagal

Jurnalis Independen: Penjiplakan tuduhan teroris pada Ikhwanul Muslimin (IM) yang diterapkan Jenderal Sisi dari pendahulunya Gamal Abdel Nasser, Anwar Sadat dan Husni Mubarak akan gagal total pada akhirnya.

Senin, 30 Desember 2013

Berlagak Pilon Menkop Syarief Hasan Tolak Terlibat Korupsi Videotron

Jurnalis Independen: Setelah sekian lama bungkam seribu bahasa dalam kasus korupsi proyek pengadaan videotron di kementerian yang dipimpinnya, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) Syarief Hasan akhirnya buka mulut dan membantah terlibat, namun tetap saja berlagak pilon dan melindungi keluarganya, dasar menteri KKN!

Cara Tradisionil dan Licik Yahudi Kuasai Palestina

Jurnalis Independen: Sejumlah menteri Israel melakukan cara licik untuk mencaplok wilayah Lembah Yordan, Palestina. Mereka berkomplot untuk menyetujui Rancangan Undang Undang (RUU) untuk memuluskan niat mereka.

Minggu, 29 Desember 2013

Dilaporkan ke Dipo Alam, Dahlan Iskan Diduga Korupsi Rp 37,6 Triliyun

Jurnalis Independen: Dari kuasa hukum akun Twitter anonim @TrioMacan2000, Irwandi Lubis, Sekretaris Kabinet Indonesia Bersatu II, Dipo Alam, menerima setumpuk dokumen berisi laporan dugaan korupsi yang dilakukan Menteri BUMN yang juga CEO media terkenal Jawa Pos.

Pencitraan Geng Demokrat Lewat Konvensi Hasilkan DI dan GW

Jurnalis Independen: Perang pencitraan yang dilakukan oleh Partai Demokrat yang dilabeli dengan "KONVENSI" menjaring dua nama terpopuler dari sebelas nama, nama Dahlan Iskan menjadi lebih rendah dibanding Gita Wirjawan dimungkinkan lantaran isu korupsinya yang menggila, sementara Gita lebih piawai menggunakan skill musisi dan jabatannya.